Ini Kisah Ego saat Bertemu David Beckham

foto istimewa/doc. UNICEF

SEMARANG (Asatu.id) – Satu siswa lain yang dikunjungi David Beckham, yakni Ego Krisna Yulianto (18), siswa kelas VIII SMP N 17 Semarang. Tak jauh berbeda dengan Sri Pundati (15), dia juga bernasib sama memiliki latar belakang tidak mampu yang hidup bersama neneknya, Wagimah (57) di Jalan Pancursari RT 3 RW 4 Tembalang.

Ego juga menceritakan kisah kedatangan legenda dunia asal Inggris tersebut. Tak berbeda dengan kawannya Sripun, dia mengaku tidak akan menduga rumahnya akan dikunjungi Beckham.

“Saya bercerita tentang kehidupan sehari-hari saya kepada Beckham, sepulang sekolah saya membantu simbah (Wagimah) membuat tas anyaman dari plastik yang kemudian akan dijual, karena kami hidup dari usaha jualan kerajinan ini,” ungkapnya saat ditemui Asatu.id, di sekolahnya, Rabu (28/3)

Ego yang kesehariannya juga menjadi tukang batu ini bercita-cita menjadi pengusaha mengembangkan usaha neneknya. Dia mengaku Beckham juga sempat membeli tas anyaman hasil kerajinan ini untuk dibawa pulang ke London buat anaknya.

“Beckham berpesan untuk terus belajar supaya dapat menggapai cita-cita saya dan memberi motivasi untuk jadi agen perubahan anti bullying bersama teman-teman yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP N 17 Semarang, Haryanto mengungkapkan Sripun dan Ego menjadi tim agen perubahan anti bullying di sekolahnya. Sebagai agen yang dinaungi UNICEF melalui Yayasan Setara Semarang.

“Saat kita kirimkan CV-nya ke UNICEF, dua anak itu membuat rasa penasaran Beckham. Akhirnya Beckham memilih keduanya untuk dikunjungi,” katanya.

Kini kedua siswa-siswi tersebut bersama teman-temannya fokus menjadi agen perubahan dalam kegiatan anti bullying di sekolahnya. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *