Anggota DPRD Kritisi Zebracross Unik Kreasi Dishub

SEMARANG (Asatu.id) – Kalangan anggota DPRD Kota Semarang menyoroti bentuk zebracross di beberapa ruas jalan yang dimodifikasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Kreasi seperti itu memang menarik, tetapi di sisi lain perlu dikaji apakah sudah sesuai peraturan atau tidak.

“Memang kreasi Dishub yang membuat gambar-gambar animasi pada zebracross di beberapa ruas jalan menjadi perhatian pengguna jalan, termasuk saya. Persoalannya, kreasi dan modifikasi itu memunculkan pertanyaan karena bentuklnya tidak seperti zebracross pada umumya,” kata anggota Komisi C, Suharsono.

Beberapa zebracross unik itu terlihat di sejumlah ruas jalan di Semarang, seperti di Jalan Pandanaran dengan variasi gambar ikan bandeng, sementara di Jalan Pemuda dengan gambar kartun animasi. Padahal pada umumnya bentuk zebracross hanya berupa garis putih.

Menurut Harsono, keberadaan zebracross yang divariasi dengan gambar-gambar itu harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang ada dan kajian terkait efektivitas dan dampaknya bagi pengguna jalan.

“Sudah ada kajiannya belum? Apakah bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan zebracross saat menyeberang supaya mampu meminimalisasi kecelakaan lalu-lintas? Ataukah bagaimana?,” kata Suharsono.

Politikus PKS itu menjelaskan aturan hukum tentang zebracross termaktub dalam Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di dalam beberapa pasalnya. Pada pasal 131 ayat (2) UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan bahwa pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan.

Pada pasal yang lain, yaknil 106 ayat (2) menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda.

“Jadi tidak sekadar menggambar, tetapi memperhatikan ‘impact’-nya. Apakah dengan digambar mampu meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk menggunakan atau justru membuat pengguna jalan tidak fokus karena melihat gambar-gambar itu?,” papar Suharsono. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *