Pedagang Diultimatum Seminggu Kosongkan Pasar Wonodri Lama

SEMARANG (Asatu.id) – Ratusan pedagang yang berjualan di dalam Pasar Wonodri Lama diultimatum seminggu ke depan harus pindah keluar dan mengosongkan tempat jualannya. Hal itu dilakukan sehubungan dengan akan dibangunnya Pasar Wonodri Baru oleh Pemkot Semarang.

Peringatan atau ultimatum itu disampaikan Kasi Penataan Dinas Perdagangan Kota Semarang mewakili Kepala Dinas Fajar Purwoto, pada acara sosialiasi dengan 206 pedagang Pasar Wonodri Lama yang berlangsung di Balai Kelurahan Wonodri, Senin (26/3).

“Pemberitahuan kepada para pedagang sudah lama kami lakukan. Seminggu ke depan Pasar Wonodri harus sudah kosong, karena akan dilakukan pengukuran aset bersama tim apraisal sebelum dibongkar dan dibangun kembali menjadi Pasar Wonodri Baru,” kata Oktav.

Pembangunan Pasar Wonodri Baru, menurut Oktav harus sesuai jadwal. Maka pedagang pun diminta pengertiannya. Sebab semakin lama proses pengosongan akan semakin lama pula para pedagang menempati petak sementara yang ada di luar pasar.

“Dampak dari lambatnya pengosongan akan berimbas pada pedagang senduri. Apalagi kalau waktunya sampai berganti tahun anggaran, maka para pedagang juga akan lebih lama menempati petak di luar,” kata Oktav.

Untuk itu Oktav meminta para pedagang bisa mengerti maksud baik pemerintah. Karena menata 206 pedagang dengan puluhan jenis dagangan juga tidak mudah. Butuh waktu dan pengertian banyak pihak, terutama para pedagang.

“Dinas akan melakukan pengaturan pedagang secara proporsional, baik dalam hal penempatan, pembagian petak menurut jenis dagangan, maupun soal ukuran petak sementara yang didirikan di luar pasar. Sebab ukuran los milik para pedagang di dalam pasar jumlahnya berbeda-beda, sehingga kami harus pikirkan berapa petak penampungan sementara yang harus mereka tempati di luar nanti,” papar Oktav yang didampingi Ngasiman dari UPTD Pasar Wilayah Jatingaleh. (is)

 

14

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan