Pedagang Daging Pasar Wonodri Minta Diprioritaskan

SEMARANG (Asatu.id) – Kelompok pedagang daging Pasar Wonodri Lama minta diprioritaskan dalam penempatan petak sementara di luar pasar, sambil menunggu pembangunan Pasar Wonodri Baru selesai.

Permintaan itu disampaikan Sri Mulyani mewakili teman-temannya pada acara sosialisasi pedagang bersama Dinas Perdagangan Kota Semarang yang berlangsung di Balai Kelurahan Wonodri, Senin (26/3).

“Jumlah kami sekitar 50 orang, yang kebanyakan bukan pedagang daging eceran tetapi grosir. Setiap saat banyak mobil besar yang keluar masuk, sehingga membutuhkan tempat parkir yang luas. Kami minta ditempatkan di petak sementara sebelah timur karena dekat jalan raya sehingga distribusi daging bisa lancar,” kata Sri Mulyani.

Mendengar permintaan itu, Kasi Penataan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Oktav yang mewakili Kepala Dinas Fajar Purwoto menjelaskan, penataan pedagang akan disesuaikan dengan jenis dagangan dan melalui musyawarah. Pedagang yang jenis dagangannya basah harus dipisah dengan yang jenis dagangannya kering. Jadi tidak bisa seenaknya sendiri karena bisa menimbulkan kecemburuan pedagang lain.

Mendapat jawaban seperti itu, Sri Mulyani yang juga Ketua Persatuan Pedagang Jasa Pasar (PPJP) Pasar Wonodri Lama meminta kebijaksanaan khusus. Karena menurutnya, pedagang daging memang memerlukan tempat khusus yang berbeda dengan pedagang lain yang diatribusi dagangannya tidak seramai pedagang daging.

“Bukan karena jumlah kami banyak pak, tapi distribusi dan lalu lintas angkutannya memang memerlukan lahan yang lebih luas. Jenis dagangan kami juga jangan dianggap basah, karena jualan daging sebenarnya tidak butuh banyak air,” jelas Sri.

Pedagang Pasar Wonodri Lama harus segera keluar pasar dan menempati petak sementara yang disediakan Dinas Perdagangan di Jalan Wonodri Raya, karena pasar akan segera dibongkar dan dibangun. Undian penempata petak sementara akan dilakukan Rabu lusa (28/3). (is)

 

12

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan