Harga Pertalite Naik, Banyak Pengendara Belum Tahu

SEMARANG (Asatu.id) Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang secara simultan mencapai terakhir Rp 8.000 per liter, membuat pengendara sepeda motor dan mobil pribadi beralih ke pertamax.

Pemantauan Asatu.id, Senin (26/3), kenaikan harga pertalite banyak tidak diketahui pengendara saat masuk di SPBU. Pengendara motor dan mobil yang sudah telanjur masuk ke pengisian pertalite baru mengetahui harganya sudah naik hari itu. Setelah siang hari, pengendara motor dan mobil pribadi khususnya mulai beralih ke pertamax.

”Sejak harga pertalite Rp 8.000 motor sama mobil banyak yang ke pertamax, terlihat antrean,” kata Suparjo, petugas SPBU di Jalan Sriwijaya (25/3).

Rifki, warga Tegalsari, menyatakan ia terpaksa beralih ke pertamax. Alasannya, harga pertalite dengan pertamax selisihnya cuma Rp 1.000 per liter. Pertamax seliter  Rp 9.000 per liter.

”Lebih baik pakai pertamax daripada pertalite. Kalau ada premium, saya isi pakai premium,” ujarnya.

Sebelum harga pertalite naik, menurut dia, banyak masyarakat sudah beralih ke pertamax, meskipun harganya jauh lebih mahal. Pengendara menilai BBM jenis pertamax lebih terjamin dibandingkan dengan pertalite yang dinilai masih meragukan untuk kondisi mesin motor atau mobil.

“Sejak hadirnya BBM jenis pertalite, justru di setiap SPBU tidak menyediakan lagi stok BBM jenis premium yang masih disubsidi untuk rakyat. Seharusnya, premium harga Rp 6.450 per liter masih ada di SPBU karena itu BBM rakyat yang masih disubsidi,” pungkas Rifki. (is)

 

26

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan