Ida : Jateng Butuh Pemimpin Berani Ambil Resiko

SEMARANG (asatu.id) – Calon wakil gubernur jawa tengah Ida Fauziyah mengatakan provinsi ini membutuhkan sosok pemimpin yang berani mengambil risiko demi mengentaskan kemiskinan, sebagaimana ia sebutkan sebagai muara segala permasalahan di Jateng.

Ida pun mengenalkan sosok Sudirman Said yang ia nilai sebagai orang yang memiliki integritas.

“Dia juga berani bongkar “papa minta saham” saat masih menjadi menteri ESDM. Karena itu, Pak Dirman sampai harus rela kehilangan jabatannya,” ujarnya, Sabtu (24/3).

Menurutnya, rendahnya tingkat kesejateraan berujung tingginya jumlah perempuan yang nekat menjadi TKW di luar negeri demi mencukupi kehidupan keluarganya yang dirasa kurang. Hal itu pun terkadang pula menjadi sebagai salah satu faktor perceraian di Jateng.

” Coba bayangkan, kalau sebulan dua bulan mungkin tak masalah. Tapi kalau setahun dua tahun, pulang-pulang pasangannya sudah punya pasangan lain. Inilah kenapa tingkat perceraian di Jateng juga tinggi,” ucapnya.

Seiring dengan Jateng dinobatkan sebagai salah satu provinsi penyumbang jumlah TKW terbanyak, tambahnya, masalah kemudian berlanjut ke tingginya tingkat para pekerja yang menjadi korban human trafficking.

“Itulah kenapa saya dan Pak Dirman nanti akan memulai dengan membenahi pendidikan di Jateng. Karena nyuwun sewu, banyak dari mereka yang jadi TKW itu pendidikan terakhirnya hanya SMP. Kami bertekad menciptakan seribu wirausahawan perempuan dalam lima tahun,” imbuhnya.

Dirinya pun mendapatkan dukungan dari komunitas Perempuan Bangsa Kota Semarang saat rapat konsolidasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Grasia, Jumat kemarin (23/3).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *