Hindari Pemalsuan Ijazah, PT Aplikasi PIN dan SIVIL

SEMARANG (Asatu.id) Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan SIVIL (Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik) merupakan program Kemenristekdikti yang harus diaplikan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Ketentuan ini untuk menghindari adanya pemalsuan ijazah di kalangan perguruan tinggi.

Menyikapi kondisi ini, Ketua Stikes Karya Husada Semarang, Dr Ns Ferry Agusman mengatakan, pihaknya sudah melakukannya. ”Penomoran ijazah nasional dan sistem inoformasi verifikasi ijazah elektronik mutlak,” jelasnya, kemarin.

Menurutnya, selain melakukan progres aplikasi PIN dan SIVIL, pihaknya saat ini sedang melakukan penjajagan untuk merger dengan beberapa PTS di Semarang. “Terkait dengan kampus mana kami akan melakukan merger, ini masih rahasia. Adapun program merger ini kami tempuh untuk percepatan perubahan bentuk dari Stikes menuju Universitas, mengingat jika melakukan melalui proses murni pendirian program studi butuh waktu lama,” kata Ferry.

Menurutnya, pihaknya juga telah mewisuda sebanyak 349 lulusan, pada pekan ini yang berlangsung di Convention Hall Masjid Agung Semarang dan semuanya sudah memiliki PIN dan SIVIL.

”Dengan memenuhi ketentuan tersebut, lulusan kami dapat dikatakan telah memenuhi  kredibilitas baik sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mengantisipasi pemalsuan ijazah,” jelasnya.  (is)

 

 

 

 

 

 

 

29

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan