Tingkatkan Ekonomi Syariah, PIKES Libatkan 4 Pihak

SEMARANG (asatu.id) –  Kantor perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jawa Tengah saat ini terus berupaya meningkatkan peran ekonomi dan perbankan syariah di Jawa Tengah.

Upayanya, dengan pemberdayaan ekonomi yang melibatkan empat pihak, yakni pondok pesantren atau panti asuhan, UMKM,  Baznas dan lembaga keuangan syariah.

“Salah satunya Ponpes. Ponpes memliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena merupakan lembaga pendidikan islam tertua dan terbesar yang menyebarkan nilai-nilai luhur keislaman dan kebangsaan, termasuk ekonomi syariah,” ujar Kepala Kanwil BI Jateng Hamid Ponco Wiyono, Jumat (23/3).

Jateng sendiri memiliki ponpes sebanyak 4.400 ponpes yang tersebar di seluruh kabupaten/ kota.

Adapun perekonomian Jawa Tengah sendiri pada 2017 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sekitar 5,27 persen diatas pertumbuhan nasional di angka 5,07 persen.

“Untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi perlu ada peningkatan usaha bagi masyarakat kurang mampu ataupun unbankable melalui UKM, petani, masyarakat umum, termasuk juga ponpes atau panti asuhan.

Sebagai langkah nyatanya, pihaknya me-launching Pusat Informasi Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (PIKES) Jawa Tengah yang diresmikan lagsung oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono, Kamis (22/3).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *