Kapolri Minta Gedung Baru Dirawat dan Dijaga

SEMARANG (asatu.id) – Seluruh jajaran kepolisian Polda Jateng diminta untuk merawat gedung A dan B Mapolda Jateng yang kini kembali berdiri dengan gagahnya. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian saat meresmikan gedung baru tersebut, Jumat (23/3).

“Ini salah satu gedung Mapolda terbaik di Indonesia. Maka dari itu, jaga dan rawat. Sistem kelistrikan untuk mencegah konsleting perlu diperhatikan sebaik mungkin dan secara berkala. Agar peristiwa kebakaran tahun 2015 lalu tak trjadi lagi menimpa Mapolda Jateng,” ujarnya.

Orang nomor satu di kepolisian Indonesia itu menerangkan tidak mudahnya dalam proses pengaanggaran saat itu. Namun dengan kerja keras akhirnya anggaran dapat digunakan dalam pembangunan 3 kantor Polda. Yakni Polda Sumbar, Papua Barat, dan Polda Jateng.

Adapun dalam pembangunan kantor baru Polda Jateng tersebut menyerap anggaran sebesar Rp 182 miliar. dengan rincian, di tahun 2016 menghabiskan dana sebesar 50 miliar rupiah dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) Polri, pembangunan tahap II di 2017 menyerap anggaran 120 miliar dari APBN.

“Dari hibah Pemprov Jateng Rp 12 miliar. Jadi total ada sebanyak 182 Miliar,” urainya.

Kapolri juga berpesan kepada jajaran kepolisian di Polda Jateng agar selalu senantiasa membuat suasana kantor yang baru diresmikan bisa menyenangkan bagi masyarakat.

“Jangan malah orang masuk ke kantor polisi takut, Kepolisian adalah institusi sipil, jadi jangan buat orang yang masuk kantor ini seperti masuk kandang macan,” ucapnya.

Menambahkan, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, gedung seluas 17.280 m2 itu dibangun dengan konsep humanis dan bisa mendekatkan pelayanan kepolisian dengan masyarakat.

Pihaknya menerangkan, sebelm dibangunya gedung baru tersebut, Polda Jateng melakukan revisi di beberapa tempat yang kira-kira bisa mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Saat ini, ketika malam hari atau car free day, kini banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk foto selfie. Karena beberapa bangunan kami buat humanis, seperti pagar, kami desain dengan arsitektur Borubudur yang kebetulan menjadi lambang Polda Jateng,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolda menerangkan, untuk di lantai 1, digunakan untuk semua pelayanan. Ada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu. Ada reserse, lalu lintas, intel, satnarkoba. kemudian di belakangnya ada perlindungan anak dan perempuan kalau ada kasus-kasus terkait perempuan dan anak, ada perizinan, SKCK, atau izin handak untuk industri-industri.

“Termasuk klinik, assesment SDM juga ada, karena banyak diminati instansi,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *