Disdik Prioritaskan Penyembuhan Psikologis Siswa Korban Pelecehan

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin menegaskan, upaya penyembuhan secara psikologis terkait trauma siswa yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oknum guru SD Negeri 02 Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, menjadi salah satu prioritas penanganan masalah. Psikolog dari berbagai rumpun, baik kampus, maupun praktik mandiri ikut dilibatkan.

“Tujuannya untuk mencegah ketakutan berkepanjangan yang dialami oleh murid-murid SD. Secara langsung siswa yang jadi korban pasti mengalami trauma. Kejadian ini sangat memprihatinkan, semoga tidak terulang,” kata Bunyamin.

Terkait dengan tugas FO, oknum guru yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswanya, menurut Bunyamin, pihaknya telah memberikan guru pengganti yang memiliki dedikasi tinggi di sekolah tersebut. Hal ini tak lain juga untuk meneguhkan kembali citra pendidik yang sebenarnya adalah memberikan keteladanan

Bunyamin menayampaikan, pihaknya sangat prihatin dan serius menindaklanjuti kejadian yang menimpa murid-murid SD itu. Pihaknya juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Misalnya dengan langsung menunjuk tim untuk menelusuri persoalan ini.

“Tim ini bertugas mendapatkan fakta yang kegunaannya sebagai pertimbangan pengambilan kebijakan akhir. Jadi tugas tim adalah mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya untuk kemudian diserahkan kepada pengambil keputusan,’’ kata Bunyamin yang juga Ketua PGRI Kota Semarang itu.

Bunyamin menegaskan pihaknya tidak main-main menangani masalah dugaan pelecehan siswa itu. Dikatakan, sanksi berat pasti dikenakan bagi pelaku kejahatan anak. Apalagi terjadi di lingkungan dunia pendidikan yang tak semestinya dikotori oleh perilaku tak terpuji. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *