Mahasiswa UPGRIS Belajar Jurnalistik kepada Wartawan Senior

SEMARANG (Asatu.id) – Kemampuan menulis sangat berguna bagi mahasiswa. Keterampilan menulis bisa digunakan sebagai penunjang untuk mendapatkan pekerjaan saat mahasiswa telah lulus. Selain itu, kemampuan menulis pada dasarnya diperlukan di semua bidang pekerjaan.

Untuk menyokong kreativitas mahasiswa, Universitas PGRI Semarang menyambut baik ajakan kerjasama dari media cetak untuk meningkatkan pengetahuan jurnalisme dan keterampilan menulis. Beberapa wartawan senior dari media cetak mengunjungi UPGRIS dalam rangka pelatihan menulis berita untuk dimuat di halaman media cetak, Kamis (22/3).

Sejumlah 20 mahasiswa berkesempatan bertemu dengan perwakilan Suara Merdeka di Gedung Pusat, lantai 2, untuk belajar seputar ilmu jurnalistik.

“Banyak hal menarik dari kampus ini yang bisa dijadikan materi laporan jurnalistik. Mahasiswa harus bisa memanfaatkannya untuk dijadikan berita. Jika mahasiswa yang menulis kampus mereka sendiri, ada cita rasa lokal yang bisa diungkap. Beda jika yang menulis adalah dari wartawan,” ungkap Saroni Asikin.

Sementara itu, Wakil Rektor I UPGRIS Sri Suciati menyambut baik ajakan kerjasama dan pelatihan jurnalisme tersebut.

“Mahasiswa bisa belajar banyak dari wartawan senior ini. Saroni Asikin, misalnya. Tulisannya penuh selera humor, dan bagus,” ungkap Suci.

Selain itu, masih menurut Suci, kampus akan memberikan sertifikat keterampilan atau yang biasa disebut SKPI bagi mahasiswa yang mampu memanfaatkan pelatihan jurnalisme tersebut.

“Manfaatkan pelatihan ini untuk menambah poin keaktifan sekaligus menambah kemampuan dan keterampilan,” pungkas Suci.

Dari pelatihan ini, kelak 20 mahasiswa tersebut bakal dibekali kemampuan untuk membuat laporan jurnalistik seputar kampus UPGRIS. Dari 20 mahasiswa akan dibagi dalam tiga tim, lantas masing-masing diberi kesempatan untuk membuat laporan khusus yang akan dipublikasikan di media cetak. (is)

 

 

 

29

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan