IPK Bukan Sarat Utama Cari Kerja

SEMARANG (Asatu.id) – Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr DYP Sugiharto mengatakan, nilai indeks prestasi komulatif (IPK) sarjana, bukan menjadi sarat utama dalam mencari kerja.

Namun, yang dibutuhkan justru komukasi.  Artinya, kemampuan berkomunikasi memegang peranan penting dalam kesuksesan seseorang. “Bagi sarjana yang memasuki dunia kerja, kemampuan komunikasi adalah nomor satu. Sedangkan IPK adalah nomor 17. Ratusan ribu sarjana yang gagal masuk ke dunia kerja bukan karena IPK-nya rendah, tapi salah satu faktornya adalah karena kemampuan komunikasinya lemah,” kata Sugiharto.

Faktor lain, adalah ketrampilan dan soft skill yang dimiliki. Hal ini sangat berkorelasi dengan kondisi dunia kerja saat ini yang membutuhkan orang-orang terampil dan mumpuni.

Dia mengatakan, hal itu usai menghadiri acara di Magelang, yakni di Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. Lebih lanjut menurutnya,  kualitas perguruan tinggi tidak lagi ditentukan oleh statusnya sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS), tetapi dari status akreditasi institusi. “Oleh sebab itu memilih program studi (prodi) jangan asal ikut-ikutan,“ katanya. (is)

 

 

 

 

24

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan