Cegah Gugatan Narsum, Wartawan Harus Cek Ricek

SEMARANG (Asatu.id) –  Wartawan diminta untuk melakukan cek dan ricek di lapangan dan mencari data yang akurat untuk pemberitaan. Hal ini, untuk mencegah adanya gugatan dari nara sumber (narsum) yang diberitakan tidak sesuai fakta.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS di Kampus Unissula, Kamis (22/3), dalam talkshow bertajuk realitas kehidupan media dan prospek kerja, yang diselanggarakan PWI Jateng, RRI dan Unissula.

Forum itu juga mengundang Rektor Unissula, Prabowo Setiyawan PhD,  Dekan Fakultas Hukum Unissula, Prof Dr Gunarto, serta Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr Sri Arttini, Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo MKom dan Dosen Undip, Dr Turnomo Raharjo.

Hal ini menyikapi adanya dugaan fenomena media kolektor atau copy paste di mana berita-berita yang ditayangkan, mengambil satu berita – kemudian di copy paste oleh sejumlah wartawan dari beberapa media, dan ditayangkan di sejumlah media pula.

Menurut Amir Machmud, kebenaran dalam pemberitaan menjadi hal mutlak. Pasalnya, berkaitan dengan akuntabilitas dan kepercayaan publik. ”Ada proses cek dan ricek yang harus dilakukan wartawan,” jelasnya

Dia mengatakan, fenomena media kolektor atau copy paste tidak sehat. Jangan sampai isi berita dijungkirbalikkan, setelah copy paste. Sangat riskan, nara sumber bisa menggugat jika salah pemberitaan. Belum lagi saat ini  makin maraknya berita hoaks. Wartawan harus mencari data dari sumber pertama yang akurat dan akuntabilitasnya bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu, Cagub Jateng Ganjar Pranowo merasa dirugikan atas pemberitaan empat media, Ganjar pun melaporkan keempat media tersebut ke yang berwajib. ”Kondisi inilah yang harus dihindari,” kata Amir Machmud. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *