Guyub TBRS Ajak Anak-Anak Tambakrejo Berkesenian

SEMARANG (Asatu.id) – Pegiat seni yang tergabung dalam Guyub TBRS mengajak anak-anak Tambakrejo berkesenian. Dengan mengenalkan seni tradisional Wayang Suket, anak-anak Tambakrejo terlihat apik saat mementaskannya di depan penonton dan orang tua mereka, Rabu malam (21/3).

Widyo Babahe Laksono, budayawan sekaligus mentor anak tersebut kepada Asatu.id mengatakan hal itu dilakukan untuk bersolidaritas kepada anak-anak Tambakrejo yang terancam digusur dan sebagi bentuk pelestarian budaya jawa yang kian punah. “Semarang sebagai kota metropolis membuat anak-anak mulai meninggalkan budaya leluhur,” ucap Babahe sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, akhir-akhir ini seniman Guyub TBRS lebih getol menggandeng anak-anak untuk mempelajari budaya Jawa sebagai bentuk keprihatinan mereka atas menurunnya minat generasi muda akan budayanya sendiri.

“Anak-anak merupakan generasi yang akan datang, dengan cara mengenalkan seni dan melatih bersosialisasi mereka dengan bergotong-royong, mereka belajar kebersamaan serta melupakan gadjet akan membuat budaya Jawa akan terus lestari,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjutnya, Guyub TBRS tidak mendapatkan kendala berarti saat melatih anak-anak, karena melakukan pembelajaran sambil bermain, sehingga anak-anak senang dan atusias.

“Kendalanya hanya kurang percaya diri saat pentas karena mereka masih pemula, jadi saat pentas tadi saya dampingi mereka agar mereka tidak gerogi,” tandasnya. (is)

 

 

 

23

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan