Bela Udinus dengan karate, meski cidera tetap optimis

SEMARANG (asatu.id) – Karate yang merupakan bela diri asal negara Jepang biasanya banyak diminati oleh pria, Namun mahasiswi Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Ainun Harahap Mardiyah Harahap, telah menekuni ilmu tersebut sejak berada di sekolah dasar.

Ainun mengaku cidera serius pernah menghampirinya, namun dirinya tetap bertekat menekuni karate karena olahraga tersebut telah mendarah daging didalam kehidupannya. Menurutnya olahraga yang lebih mengedepankan fisik tersebut juga mengedepankan teknik-teknik yang harus dikuasai agar mampu menjatuhkan lawan.

“Sempat dahulu mata kabur karena terkena tendangan di area saraf mata. Namun saya terus berlatih agar skill saya terus meningkat dan bisa menjadi kebanggaan saya dan orangtua,” ujarnya Rabu (21/03)

Juara demi juara telah ia raih sejak mendalami karate dari kelas 4 sekolah dasar, yang terbaru  di ajang Grandprix 2018 Kota Semarang dalam juara pertama kategori Kumite Perorangan Putri +50 Kg. Juara tersebut menjadi juara pertama yang ditorehkan Ainun sejak masuk Udinus pada 2017 lalu.

“Saya bangga bisa menyembahkan juara bagi Udinus, keahlian saya bisa menjadi alat untuk membanggakan Udinus di kancah regional,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan dalam menghadapi lomba tersebut dirinya berlatih dari dari siang hingga malam untuk melatih teknik-teknik untuk mengalahkan lawan. 2 minggu menjadi waktu yang sangat singkat bagi dirinya untuk mempersiapkan diri, Namun karena usaha yang keras dirinya mampu keluar sebagai juara.

“Doa dari orangtua dan rekan-rekan yang membantu saya meraih juara pertama di kategori perorangan putri. H-7 sebelum ajang tersebut diperbanyak sparing dengan rekan di UKM Karate Udinus. Kesulitan yang berat tidak ada cuma waktu berlatih saja yang jadi masalah,” ungkap mahasiswi kelahiran Seruway Aceh 5 April 1998 silam.

Ia menargetkan dapat masuk dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Rayon dan memmbanggakan nama Udinus di ajang-ajang selanjutnya. Ia berharap agar olahraga karate di Indonesia semakin maju dan terus berkembang.

“Saya akan tetap terus berlatih memang banyak yang harus terus diasah karena saya juga masih banyak kekurangan dari segi teknik dan perlu banyak berlatih. Menjadi atlit kalau sudah puas maka seketika kemampuannya akan menurun, menjadi atlet jangan berpuas diri kalau telah juara,” pungkasnya.

17

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan