Dewan Minta Sekolah Jadi Tempat Belajar yang Menyenangkan

SEMARANG (Asatu.id) – Komisi D DPRD Kota Semarang meminta kepala sekolah dan guru SD Negeri Karangayu 02, Kecamatan Semarang Barat, untuk melakukan pemantauan secara khusus terhadap beberapa anak yang diduga menjadi korban pelecehan salah seorang oknum guru di sekolah tersebut.

Komisi D yang antara lain membidangi masalah pendidikan, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sekolah yang berada di Jalan Kenconowungu, Kelurahan Karangayu itu, Rabu (21/3). Kunjungan dipimpin oleh Ketua Komisi D Laser Narindro serta tiga anggotanya, yakni H Syafi’i, Anang Budi Utomo, dan Moh Rohaini. Rombongan ditemui Kepala Sekolah Endah Andrijati dan beberapa guru.

Ketika rombongan ketua dan anggota Komisi D sampai di sekolah, kepala sekolah sedang tidak ada di tempat. Menurut Ibnu Anwar, guru yang juga koordinator bidang kurikulum, kepala sekolah sedang keluar, karena ada rapat di daerah Kalibanteng. Rombongan dewan akhirnya ditemui para guru sambil menunggu kepala sekolah yang beberapa saat kemudian datang.

Di hadapan kepala sekolah dan para guru, Ketua Komisi D Laser Narindro mengingatkan kasus dugaan pelecehan siswa itu informasinya sudah menyebar ke masyarakat. Untuk itu, pihak sekolah harus lebih berhati-hati dan menjadikan kasus itu sebagai pelajaran.

“Kasus itu harus jadi pelajaran dan diambil hikmahnya. Jangan sampai sekolah ini menjadi tempat yang tidak aman bagi anak didik. Sebaliknya sekolah ini harus menjadi tempat proses belajar menjaga yang menyenangkan, jangan dinodai dengan kejadian-kejadian yang merugikan,” kata Laser.

Sementara itu, Anang Budi Utomo menambahkan, pihaknya menyerahkan kasus dugaan pelecehan siswa oleh oknum guru itu ke Dinas Pendidikan. Sejauh mana hasil penanganan kasus itu, pihaknya akan menunggu dan meminta konfirmasi kepada Dinas Pendidikan.

“Kami dengar kasusnya juga sudah ditangani aparat kepolisian. Kami menunggu hasilnya, nanti kami minta keterangan dari Dinas Pendidikan. Yang penting kasus ini harus menjadi perhatian banyak pihak dan menjadi pelajaran bagi para pendidik,” tutur Anang. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *