133 Bangunan di Bantaran BKT Kembali Dirobohkan

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 133 bangunan kios milik pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan semi permanen yang dijadikan hunian beberapa warga di sepanjang bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Kelurahan Kaligawe, kini telah rata dengan tanah setelah Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan pembongkaran, Rabu (21/3).

Pembongkaran ini merupakan lanjutan dari pembongkaran yang dilakukan Dinas Perdagangan beberapa waktu lalu. Waktu itu para PKL pemilik bangunan meminta Dinas Perdagangan untuk menunda pembongkaran dan para PKL berjanji akan membongkarnya sendiri. Dinas Perdagangan akhirnya memberi toleransi batas waktu sampai Selasa (20/3).

Tiga alat berat eskavator yang difasilitasi Dinas Perdagangan, sejak pagi hingga siang dikerahkan untuk merobohkan ratusan lapak dan hunian semi permanen itu. Sementara beberapa pedagang tampak mengemasi barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan. Beberapa pedagang lainnya juga melakukan pembongkaran bangunan miliknya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, di sela kegiatan pembongkaran mengatakan, semua penghuni bangunan liar tersebut sudah rela pindah ke tempat relokasi yang disediakan, yaitu di antaranya di belakang Pasar Waru.

‘’Setelah pembongkaran yang dilakukan seminggu lalu, hari ini pedagang melanjutkan pembongkaran sendiri. Total hari ini ada 133 bangunan yang sudah diratakan,’’ terang Fajar.

Selanjutnya, Dinas Perdagangan akan fokus untuk melanjutkan sosialisasi pembongkaran kepada para pemilik bangunan liar bantaran Sungai BKT di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo. Ditargetkan pada pertengahan April nanti semua bangunan tersebut sudah dibongkar. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *