ITE Diharapkan Pacu Ekspor Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Penggunaan teknologi untuk pemasaran dalam penjualan komoditas kayu diharapkan mampu berkontribusi positif bagi ekspor Jawa Tengah.

Sekda Jateng Sri Puryono mengatakan Sistem Indonesia Timber Exchange (ITE) E-Commerce atau bursa kayu Indonesia secara online merupakan satu terobosan kreatif pengelolaan produk hasil hutan dari sistem konvensional ke sistem digital.

“Harapannya dengan adanya inovasi tersebut proses transaksi, baik domestik maupun antar negara akan lebih efektif dan efisien, juga lebih transparan,” ujarnya, Selasa (20/3).

Sri Puryono menambahkan, agar digitalisasi tidak hanya pada sektor ekspor, namun menjadi sebuah proses pengelolaan hutan secara menyeluruh. Dari aspek perencanaan, pengelolaan, pemrosesan, hingga pemasaran hasil hutan termasuk kayu olahannya, beserta monitoring dan evaluasi, semua secara online.

Menurut data BPS Jateng 2017, di mana industri tekstil, kayu, dan barang dari kayu masih menjadi komoditas terbesar ekspor Jateng. Masing – masing dengan nilai ekspor tekstil 237,85 juta dolar AS (dengan pangsa pasar 42,31% terhadap total eskpor kumulatif Januari – Desember 2017), kayu 77,46 juta dolar  AS (16,18%), dan barang dari kayu 57,87 juta dolar AS (10,88%).

“Mudah-mudahan ini bisa mendorong pelaku usaha perkayuan lainnya untuk menerapkan sistem ITE dalam pemasaran produknya. Dan tidak lupa saya berpesan agar selalu lakukan inovasi untuk kemaslahatan negeri,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *