Dinkes Diminta Maksimalkan Program Pencegahan DBD

SEMARANG (Asatu.id) – Kasus deman berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang menjadi sorotan serius kalangan eksekutif dan legislatif. Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan jumlah kasus itu, dan sedapat mungkin berusaha menghindarkan warga dari serangan nyamuk berbahaya itu.

Dari kalangan legislatif, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Narindro mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang dalam menekan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) pada 2018 ini.

Dari data Dinkes, hingga akhir Februari 2018 terdapat 15 kasus warga terkena DBD. Sementara pada 2017 lalu, kasus DBD mencapai 155 orang dan 1 orang di antaranya meninggal.

“Untuk menekan angka kasus DBD hingga sampai 0, memang sangat sulit. Bagaimanapun baik Dinkes serta operasi perangkat daerah (OPD) terkait tetap berupaya untuk menurunkan angka kasus dan korban menjadi 0,” kata Laser, Selasa (20/3).

Untuk pencegahan, Laser meminta Dinkes memaksimalkan program yang sudah ada. Di antaranya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melibatkan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar rumah hingga di dalam rumah.

“Upaya itu akan sia sia jika tidak ada peran serta dari masyarakat semua. Saya harapkan adanya sebuah kesadaran untuk partisipatif dari masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan,” harapnya.

Penyadaran masyarakat tersebut, katanya, bisa dilakukan dengan cara sosialissi melalui forum group diskusi yang kemudian ditunjang kesiapan petugas Jumantik.

“Untuk langkah kuratif, kami mengimbau bagi warga yang terkena DBD agar segera mendapat penanganan langsung di Puskesmas setempat atau RSUD Kota Semarang,” tandasnya.

17

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan