Bantuan Modal Belum Sentuh Pengrajin Wayang Wonogiri

SEMARANG (Asatu.id) – Bantuan permodalan dari bank milik pemerintah daerah, baik dari pemerintah provinsi atau kabupaten nampaknya belum dipahami oleh Sejumlah pengrajin wayang kulit di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

Salah satu pengrajin, Tri Purnomo mengatakan menyoal adanya program dari Bank Jateng tentang kredit usaha, Tri mengaku tak pernah mendengarnya.

“Kalau kredit usaha rakyat (KUR) kan taunya dari bank-bank umum nasional yang sudah besar dan dari pemerintah pusat,” ujarnya  saat berbincang dengan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah, Senin (19/3) malam.

Ia menambahkan, dalam biaya usahanya selama ini, dirinya biasa meminjam ke bank biasa atau kepada teman dekat untuk modal jika dana mepet.

Selain modal untuk produksi, lanjut Tri, pengrajin juga membutuhkan sebuah galery dan koperasi. “Tapi sampai saat ini belum ada. Jadi masih seperti berjalan sendiri-sendiri,” paparnya.

Selama ini, jelas dia, pesanan wayang datang dari sejumlah dalang. Meski demikian beberapa pecinta wayang ikut memesan.

Sementara itu, calon wakil gubernur jateng Ida Fauziyah menerangkan, potensi ekonomi masyarakat Kapuhan sangat bagus. Menurutnya, pembuatan wayang membutuhkan keterampilan luar biasa. Dia pun mengapresiasi adanya regenerasi dari setiap pengrajin.

“Jika ada 100 pengrajin, kemudian setiap pengrajin memiliki minimal 5 tenaga kerja, jelas sudah kurangi angka pengangguran,” katanya. Tinggal dibutuhkaan pendampingan, modal, maupun pasar. Sehingga ke depan bisa menjadi lokasi andalan wisata,” tukasnya. (is)

 

 

 

 

37

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan