Pengunjung Kawasan Oleh-Oleh Khas Semarang Keluhkan Tempat Parkir

SEMARANG (Asatu.id) – Wisnu, warga Tanjung Perak Surabaya merasa sedikit kecewa ketika berkunjung di kawasan oleh-oleh khas Kota Semarang di Jalan Pandanaran. Ia dan keluarganya bermaksud mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Ketika akan parkir mobil, ternyata disuruh petugas parkir untuk membawa kendaraannya ke Museum Mandala Bhakti di kawasan Tugu Muda.

“Katanya di sini (depan toko oleh-oleh) dilarang untuk parkir. Saya harus membawa mobil ke parkiran museum, lalu nanti dijemput mini bus dan diantar ke sini lagi. Kami sedikit kecewa, tapi ya sudahlah masih ada pelayanan antar jemput yang katanya disediakan pihak Pemkot Semarang,” kata Wisnu yang membawa orang tua dan adik-adiknya berwisata ke Kota Semarang, Senin (19/3).

Untuk mengatasi kemacetan di depan deretan toko oleh-oleh khas Kota Semarang, Dinas Perhubungan memang melarang mobil pengunjung dan calon pembeli parkir di ruas Jalan Pandanaran. Sebagai kompensasinya, disediakan shuttle bus yang stand by dan siap antar jemput dari kawasan toko oleh-oleh ke tempat parkir di Museum Mandala Bhakti atau sebaliknya.

Bagi pengunjung yang belum tahu, terutama dari luar kota, tentu saja hal itu mengagetkan. Namun setelah diberi penjelasan petugas, para wisatawan tadi bisa mengerti meskipun agak kecewa.

“Demi ketertiban ya tidak apa-apa, hanya kaget saja. Alangkah baiknya kalau tempat parkirnya lebih dekat. Tadi kami juga ke Lawang Sewu, sekarang parkirnya di luar pinggir kali. Tempatnya menurut kami juga kurang layak,” tutur Wisnu.

Pemkot rencananya akan membongkar gedung Dinas Kesehatan di Jalan Pandanaran dan membangunnya lagi menjadi 10 lantai. Lima lantai akan diperuntukkan untuk tempat parkir sebagai upaya mengatasi kemacetan arus lali lintas di Jalan Pandanaran.

36

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan