Tekan Biaya Pemilu, 3 Mahasiswa UPGRIS Buat Aplikasi GoPIL

SEMARANG (Asatu.id) Biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk pemilu sangat besar. Selain jumlah tempat TPS yang menyeluruh di Indonesia, penggunaan kertas dalam proses pencoblosan juga menyebabkan jumlah penggunaan kertas melimpah.

Atas dasar itulah tiga mahasiswa Universitas PGRI Semarang menggagas aplikasi android GoPIL. Ade Fajr Ariyav, Khoirul Huda, dan Hervinda Kurniawati, menggagas aplikasi tersebut untuk diajukan dalam lomba Fit Com Competition yang diselenggarakan oleh UKSW. Hasilnya, aplikasi ini meraih juara 2.

Aplikasi berguna untuk melakukan pemungutan suara secara online. Selain itu, dengan aplikasi ini juga memuat nama-nama partai peserta pemilu, foto para calon, hingga letak tempat pemungutan suara.

“Aplikasi ini berguna untuk mengurangi biaya pemilu. Penghitungan suara pun bisa dilakukan secara real time, artinya begitu selesai memilih kalkulasi suara bisa langsung bisa diketahui,” ungkap Ade Fajr Ariav, selaku ketua tim, Senin (19/3).

Tiga mahasiswa Informatika ini mengaku memerlukan waktu selama dua minggu untuk menyelesaikan pembuatan aplikasi ini.

Mereka bertiga berbagi tugas, antara pembuat aplikasi, desainer, dan pengelola data base. Kendala yang mereka hadapi ialah dalam perlombaan hanya diberi waktu 12 jam, dari desain hingga pengoperasian.

“Untuk itulah secara tim, kami harus selalu tepat dan presisi,” ungkap Khoirul Huda.

Aris Tri Jaka dan Herlambang selaku pendamping yang turut berperan dalam memberi masukan kepada tim, berharap aplikasi tersebut bisa disempurnakan setelah lomba usai.

“Target ke depan, UPGRIS bisa menang,” ungkap Aris.

Dalam kesempatan yang sama, Herlambang menekankan pada peningkatan kreativitas mahasiswa.

“Jadikan lomba ini sebagai pemicu kreativitas agar semakin banyak mencuptakan aplikasi yang bermanfaat dan menjawab tantangan zaman,” pungkas Herlambang. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *