Subangkit Kecewa Kontraknya Tak Diperpanjang

SEMARANG (Asatu.id) – Mantan pelatih PSIS, Sebangkit merasa kecewa lantaran tak dapat melanjutkan petualangannya di Liga 1 bersama PSIS. Kekecewaannya ia tuangkan dalam postingan di akun instagram pribadinya @subangkit56, Sabtu (17/3).

Rasa kecewanya kepada menejemen PSIS ia tuliskan pada foto dirinya yang berseragam pelatih PSIS diawali dengan kata ‘Ada Apa Dengan Saya’. Postingan tersebut seolah menggabarkan rasa kecewanya, setelah tahun lalu berhasil membawa PSIS naik kasta.

Postingan tersebut tak ada niat Subangkit  tuk membela diri, ia hanya ingin luruskan alasan pemutusan dirinya yang terkesan dibuat-buat. Meski kini menganggur, ia optimis mantan anak asuhnya mampu bersaing di Liga 1 musim ini.

Berikut merupakan postingan Subangkit di akun instagramnya:
“ADA APA DENGAN SAYA …
Pemutusan hubungan kerja saya kira hal yg biasa dlm satu pekerjaan khususnya di sepakbola dan kebetulan hal itu terjadi pada diri saya …bukannya saya membela diri tp saya hrs meluruskan berita mengenai diri saya yg diputus secara sepihak oleh management dgn alasan yg dibuat buat …”

“program latihan …methode latihan yg kurang modern …saya sangat sedih membacanya krn secara tak langsung statement tsb sangat tidak bagus buat karier saya sbg seorang pelatih sepakbola dan bisa mematikan karier saya ….apa management (CEO) memikirkan hal itu . ?”

“Saya sendiri sangat …sangat menghormati beliau …saya tahu sebagai seorang pemimpin dan sebagai seorang decision maker di tim beliau sdh sangat tegas dan itu dilakukan kpd diri saya dan saya terima keputusan itu dgn lapang dada dan hati yg jernih …”
“Saya sebagai seorang pelatih tahu konstelasi didalam tim dan saya juga tahu beliau ambil keputusan dgn berbagai pertimbangan :’
1 .Prestasi tim dlm masa persiapan dan menjelang bergulirnya kompetisi ….kalau dibilang jelek tidak juga krn di pra musim kita butuh uji coba dgn tim2 yg selevel ( liga 1 )
2 .Sebagai orang yg sangat sibuk beliau hampir tdk pernah datang saat kita latihan …dan tentunya ada orang yg didelegasikan utk hal tsb …darimana beliau tahu program latihan dan methode latihan yg saya terapkan gk bagus …tentunya ada yg memberi masukan salah dan tdk mengerti tentang latihan2 sepakbola
3.Masukan dr beberapa pemain yg jiwa kompetitifnya kurang bagus sehingga mrk tdk cukup kuat menghadapi beratnya latihan …kita main di liga 1 bukan di liga 2 lagi tentunya pressure dr lawan ..supporter lawan akan lbh berat dan mrk hrs siap secara mental dan fisik utk menghadapinya dan saya sbg pelatih tahu persis apa yg hrs saya lakukan dgn pemain …… Sekali lagi saya optimis dgn tim ini …BRAVO PSIS Semarang #footballisaboutsportifity” (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *