Komunitas Sahabat Difabel Hibur Pengunjung Ormas Expo 2018 dengan Permainan Angklung

 

SEMARANG (Asatu.id) – Setelah melalui proses belajar angklung lebih kurang 1,5 bulan sejak awal bulan Januari 2018 yang dilatih oleh Florentia Hertinawati.

Dengan jadwal latihan seminggu sekali dengan durasi waktu 2 jam setiap latihan . Komunitas Sahabat Difabel menunjukkan aksi mereka.

Dalam pertunjukan angklung, Komunitas Sahabat Difabel berkolaborasi dengan anak-anak Yayasan Emas Indonesia (YEI) binaan Ayub.

Noviana Dibyantari Founder dan Inisiator Komunitas Sahabat Difabel, menjelaskan, meski waktu pelatihan terbilang singkat, namun dengan kepercayaan diri dari teman-teman dari Komunitas Sahabat Difabel, berani tampil di depan masyarakat umum.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa difabel juga bisa melakukan apa saja seperti yang dilakukan non difabel termasuk berkarya dalam seni musik yaitu melalui permainan musik angklung,” tutur Noviana.

Yeni Endah, salah satu anggota Komunitas Sahabat Difabel, menuturkan, bahwa bermain angklung adalah hal yang baru.

Dan untuk memainkannya pun tidak mudah. Ini berhubungan dengan saraf motorik tangan saya.

Otot tangan saya lemah, jadi ketika mengayunkan angklung, saya meletakkan siku kanan saya pada sandaran kursi roda sebagai penopang.

“Meski memegang 1 angklung (saya memainkan nada sol) ini juga membutuhkan konsentrasi. Karena jika lupa, maka akan merusak semua susunan nada,” jelas Yeni.(Yeni Endah)

58

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan