Komunitas Sahabat Difabel Ramaikan ORMAS EXPO 2018

Oleh :

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 25 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat mengikuti Ormas Expo 2018 di DP Mal, Jalan. Pemuda No. 150, Sekayu, Semarang.

Salah satu organisasi yang mendukung ORMAS EXPO ini adalah Komunitas Sahabat Difabel.

Ormas Expo adalah kegiatan di mana setiap ormas dapat menyiapkan dan menunjukan karya dan binaan mereka terhadap masyarakat dalam bentuk gambar ,video dan juga produk-produk yang sudah dihasilkan.

Tujuan diadakan ORMAS EXPO 2018 adalah untuk mengajak teman-teman ormas dan LSM agar dapat berkarya nyata mendampingi masyarakat.

Karena selama ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan ormas dan LSM belum banyak terekspose, sehingga diperlukan semacam pameran untuk lebih dikenal oleh masyarakat.

“Sejumlah organisasi kemasyarakatan atau ormas di Kota Semarang, Jawa Tengah, didorong untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga bisa produktif. Pemkot Semarang pun menawarkan berbagai fasilitas lewat sejumlah organisasi perangkat daerah,” tutur Pejabat Pelaksana Harian (Plh) Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu pada pembukaan Ormas Expo 2018, Kamis, (15/3).

Dalam pembukaan Ormas Expo yang berlangsung mulai tanggal 15-18 Maret 2018, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambangi stand milik Komunitas Sahabat Difabel yaitu Saung Happy Difabel yang dilengkapi dengan Perpustakaan Mini, display produk hasil karya sahabat difabel seperti kalung batik, mainan tradisional dari bambu, tas rajut dan kerajinan dari olahan bekas kartu handphone.

Tak hanya itu saja, di stand Saung Happy Difabel juga dilengkapi berkas administrasi lengkap, database anggota, laporan keuangan, file surat masuk, klipping kegiatan sosial dan laporan perevent yang diselenggarakan oleh Komunitas Sahabat Difabel.

Saat mengunjungi Stand Saung Happy Difabel, Mbak Ita sapaan akrabnya menyempatkan diri untuk berbincang dengan Desita dan Devita, saudara kembar yang menjadi difabel sejak lahir karena Cereblar Palsy.

Mereka adalah anggota Komunitas Sahabat Difabel yang mengikuti pelatihan pembuatan kalung batik dari Disnakertrans.

Setelah mengikuti pelatihan, mereka mengembangkan ilmu yang diberikan selama pelatihan.

Dan hasil produk mereka pun telah dipasarkan melalui Saung Happy Difabel.

Mbak Ita, juga menyemangati kedua saudara kembar tersebut untuk terus semangat berkarya dalam keterbatasan.

Stand Saung Happy Difabel menarik perhatian pengunjung ormas Expo 2018.

Pengunjung mengatakan craftnya teman-teman difabel bagus sangat membantu teman-teman difabel untuk berkarya.

“Pada dasarnya kegiatan Ormas Expo agar masyarakat tahu, dan ingin mengajak seluruh ormas bermanfaat bagi masyarakat, syukur-syukur ormas bisa berpartisipasi dalam membangun Kota Semarang,” jelas Ahmad Jumai ketua FKSB.(Yeni Endah)

81

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan