Hak Perempuan Terampas, LBH APIK Semarang Siap Berikan Pendampingan

SEMARANG (Asatu.id) – Salah satu peserta stand pameran Ormas Expo 2018 dari Divisi Informasi dan Dokumentasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Semarang, Nur Kasanah mengaku sangat apresiasi dengan kegiatan ini, karena bisa menjadi sarana dalam mensosialisasikan produk atau program-programnya kepada masyarakat secara luas terkait bidangnya yakni perlindungan hukum khususnya bagi perempuan dan anak.

“Selama ini pandangan dari masyarakat kepada organisasi masyarakat (ormas) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) kurang baik atau negatif, untuk itu kami ikut partisipasi dalam Ormas Expo 2018 ini supaya masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lengkap akan pentingnya sebuah lembaga bantuan hukum”ungkapnya saat ditemui Asatu.id di DP Mall Semarang, Jumat (16/3).

Selain itu, Nur mengenalkan bahwa LBH APIK Semarang merupakan lembaga bantuan hukum non profit berbasis gender yang memberikan pelayanan pendampingan bagi perempuan dan anak yang rentan menjadi korban ketidakadilan terutama kaum marjinal atau masyarakat miskin.

“Hak-hak perempuan terampas dan akses mereka untuk mendapatkan keadilan masih rendah. Hal ini karena dominannya nilai-nilai budaya patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, LBH APIK Semarang sebagai respon atas kebutuhan perempuan yang menjadi korban ketidakadilan untuk menempuh jalur hukum.

“Kami siap untuk memberikan konsultasi hukum, pendampingan dan pembelaan baik di luar maupun di dalam pengadilan terutama yang masih banyak terjadi adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual,” tandasnya.

Nur menambahkan, harapan kedepannya untuk pemerintah kota Semarang melalui ormas expo ini dapat merangkul atau menaungi semua ormas yang ada di kota Semarang. Karena masih ada ormas yang tidak dapat diterima oleh pemerintah itu sendiri.

“Misalnya seperti kelompok organisasi lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) misalnya yang mereka ini notabene masih dianggap tak normal atau negatif oleh pemerintah dan masyarakat, seharusnya mereka juga punya hak yang sama dan jangan dipandang sebelah mata,” tandasnya.

Selain buka stand pameran, lanjut dia, LBH APIK Semarang juga adakan kegiatan diskusi Waroeng HAM dalam rangka memperingati International Women’s Day 2018 dan membahas RKUHP. Pesertanya sangat antusias sekali, kebanyakan dari mahasiswa,” pungkasnya.

Pelaksanaan “Ormas Expo 2018” ini telah berlangsung mulai 15 hingga 18 Maret 2018. Pameran yang sebelumnya dibuka oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu ini digelar oleh Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FMSB).

70

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan