25 Peserta Marakkan Ormas Expo 2018

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 25 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) mengikuti pameran bertajuk “Ormas Expo 2018” di DP Mal Semarang, Kamis (15/3).

Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Jumai mengatakan acara ini digelar sebagai pemantik semangat kawan-kawan ormas dan LSM dalam karya nyata mendampingi masyarakat.

“Selama ini belum semua ormas terlihat aktivitasnya dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat meski sebenarnya mereka sudah terjun ke lapangan dengan programnya,’ujarnya

Artinya, lanjut dia, kegiatan-kegiatan yang dilakukan ormas dan LSM selama ini belum banyak terekspose sehingga diperlukan semacam pameran untuk lebih dikenal oleh masyarakat.

“Kalau (ormas) yang besar-besar sudah banyak dikenal, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, dan sebagainya. Namun, yang lain kan belum banyak terekspose,” katanya.

Jumai yang juga Ketua Pengurus Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang itu menegaskan tugas dan tanggung jawab ormas, termasuk LSM untuk membantu pemerintah dalam proses pembangunan.

Menurut dia, ormas dan LSM harus hadir mengisi ruang-ruang yang selama ini tidak terjangkau oleh pemerintah dalam tugas dan tanggung jawabnya membantu proses pembangunan.

“Jadi, kami tidak ingin lagi ada ormas atau LSM `abal-abal`. Ormas harus punya program jelas. Tidak ada lagi ormas yang tidak fokus rumpun kegiatannya apa,” tegasnya.

Jumai menyebutkan setidaknya ada 220 ormas dan LSM yang terdaftar dalam FKSB yang terklasifikasi dalam berbagai rumpun bidang kerja, seperti pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

“Karena keterbatasan tempat, kami belum bisa mengikutkan semuanya dalam `Ormas Expo` kali ini. Jadi, baru 25 ormas. Namun, pameran ini jadi agenda rutin tahunan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia `Ormas Expo 2018` Yusnawiyandi menyebutkan pemilihan ormas peserta pameran itu dilakukan melalui penilaian proposal sesuai bidang kerjanya.

“Proses seleksi ini dimulai pada Januari-Februari 2018. Dari 220 ormas yang tergabung di FKSB, ada 70 ormas yang mendaftar. Akhir Februari lalu, penentuan peserta,” katanya.

Jadi, lanjut dia, penilaian peserta “Ormas Expo 2018” itu tidak dilihat dari ormasnya, melainkan proposal program-program kerja yang diajukan untuk pendaftaran peserta.

“Kami sudah zonasi beberapa rumpun, mulai hukum, lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, sosial, hingga pelayanan publik. Kami pilih yang terbaik dari yang terbaik,” tukasnya.

Pelaksanaan “Ormas Expo 2018” berlangsung mulai hari ini hingga Minggu 18 Maret 2018 di DP Mal Semarang yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *