Pedagang Keluhkan Relokasi tak Sesuai Harapan

SEMARANG (Asatu.id) – Rencana Pemerintah Kota Semarang melakukan nornalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) terus menuai penolakan. Setelah sebelumnya, berbagai aktivis melakukan demo kini giliran pedagang kaki lima (PKL) yang mengeluhkan tempat relokasi yang tidak sesuai harapan.

Wagimin, salah satu dari Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Jalan Sawah Besar, Kaligawe, Gayamsari Kota Semarang mengeluhkan tentang lapak baru yang akan ditempatinya.
Wagimin kepada Asatu.id mengatakan, ukuran yang disediakan di tempat yang baru, yakni di Barito Baru, hanya berukuran 2×3 meter. Sedangkan, dirinya sendiri berjualan batang-batang bambu yang berukuran panjang 4 sampai 6 meter.

“Saya sebenarnya tidak terlalu membutuhkan tempat yang mewah, yang bagus atau bagaimana. Hanya saja, saya ini kan berjualan batang bambu yang panjang-panjang, jadi saya membutuhkan lahan yang luas seperti di sini ini,” tuturnya, Kamis(15/3).

Dia menambahkan, untuk menyimpan bambu dagangannya ia tak membutuhkan atap. “Jadi saya minta tolong agar usaha saya ini dilihat juga, seperti apa kebutuhannya,” imbuhnya.

Sebelum dibongkar, dia dan PKL lain diwajibkan untuk memindahkan semua barangnya ke tempat yang baru sampai akhir pekan ini. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *