Yudi Mardiana: Pendapatan Pajak Air Tanah Masih Rendah

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Yudi Mardiana mengakui jika pendapatan pajak di sektor pajak air tanah masih sangat di bawah target yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Rabu (14/3).

Pasalnya, sesuai dengan izin yang dikeluarkan dan penelitian dari Pemprov Jateng paling tidak di Kota Semarang jumlah pendapatan pajak dari air tanah bisa mencapai ratusan miliaran rupiah.

“Air tanah memang ada pergub baru salah satunya tarif. Kita harus menyesuaikan ke tarif yang ada di Pergub. Kalau di Perda itu tarifnya terlalu rendah,” ungkapnya.

Yudi mengakui jika sampai saat ini masih sedikit para pengguna air tanah yang tersentuh, baik oleh Pemkot Semarang maupun Pemprov Jateng.

Sehingga target sebanyak Rp 200 miliar dari perolehan pajak penggunaan air tanah secara komersil masih di bawah rata-rata target pemasukan pajak.

“Air tanah sentuhanya sedikit, target hanya 200 miliar, sedikit.  Idealnya bisa 500 miliar,” tukasnya.

Yang baru terdaftar, lanjut dia, tidak bisa menentukan sendiri, itu ijin di ESDM Propinsi. Setelah izin, baru bisa ditarik pajaknya. (is)

 

24

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan