Pengguna Air Tanah Banyak Tak Terdeteksi

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan penggunaan air tanah oleh pihak-pihak yang mengomersilkan seperti hotel dan restoran mayoritas harus mengajukan izin.

Di sisi lain masih banyak para pengguna air tanah yang sampai saat ini tidak terdeteksi oleh Pemkot Semarang dan Pemprov Jateng, meskipun pihaknya telah melakukan operasi pencarian penggunaan air tanah untuk hal-hal komersil.

“Air tanah, sebagian banyak yang izin. Itu tidak berijin bukan berarti dia bandel. Tidak terdeteksi ataupun belum lapor. Kita kan ada operasi updating, terus muter setiap daerah untuk menemukan siapa pengguna jasa air tanah yang belum mengajukan izin,” ujarnya

Yudi menambahkan air tanah bisa untuk hotel-hotel, kecuali di Perumahan tidak ada unsur komersial. Sedangkan hotel merupakan tempat komersial jadi ada unsur komersialnya. Hal ini juga sudah diatur, jadi mengacunya pada Pergub.

“Jika idealnya untuk wilayah Kota Semarang, pajak air tanah yang harusnya bisa masuk ke Pemkot Semarang dalam bentuk pajak, jika tidak mengalami kebocoran jumlahnya mencapai antara Rp 400 miliar sampai Rp 500 miliar,” tandasnya. (is)

 

 

 

 

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan