Mulai Juni, ASN Merokok di Kantor Didenda 50 Juta

SEMARANG (Asatu.id) – Satpol PP Kota Semarang temukan sejumlah ASN di balai kota merokok di ruangan pada jam kerja. Para ASN yang ketahuan merokok ini oleh Satpol PP diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, Rabu (14/3).

Korlap Satpol PP Agus Dwi H dalam sosialisasi yustisi penegakan perda nomor 3 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mengatakan, sedikitnya ada sepuluh ASN ketahuan mengabaikan perda KTR ini.

Saat ini, mereka hanya diberikan tindakan peringatan saja. Nantinya, jika masih merokok di dalam ruangan mereka akan dikenai sanksi tipiring berupa denda 50 juta rupiah.

”Akan berlaku Juni nanti. Saat ini masih tahap sosialisasi,” jelasnya.

Dalam sidak ini, banyak dari ASN yang kaget dan langsung mematikan rokoknya. Bahkan, ada pula yang kabur dan meninggalkan rokok dalam keadaan hidup.

”Seperti yang dilihat tadi, ada asap, ada rokok tapi tidak ada orangnya. Karena mereka kabur ketika ada satpol PP,” jelasnya.

Selain di lingkungan kantor, perda ini, dijelaskan oleh Agus juga berlaku di sejumlah tempat seperti tempat ibadah, tempat belajar mengajar dan juga kawasan publik, dalam hal ini taman.

Sementara itu, salah satu PNS Pemkot Semarang, Tri Sulistyo yang tertangkap saat razia mengaku belum mengetahui adanya Perda KTR itu. Pasalnya, dirinya mengaku baru saja pindah dari Pekalongan ke Kota Semarang.

“Saya belum mengetahui kalau di sini (balai kota) Semarang merupakan kawasan anti rokok. Saya tadi hanya transit saja dan merokok di ruangan ini,” ujarnya.

Meski begitu, Sulis, panggilan akrab pria ini mengapresiasi dan senang jika Perda KTR itu diterapkan oleh Pemkot Semarang.

“Ya bagus sekali, saya mengapresiasi,” pungkas Sulis usai menandatangani surat pernyataan dari Satpol PP Kota Semarang.

66

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan