25 Maret Bantaran Sungai BKT Harus Bersih dari Bangunan

SEMARANG (Asatu.id– Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan, paling lambat tanggal 25 Maret sepanjang bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di wilayah Kelurahan Kaligawe harus sudah bersih dari bangunan liar pedagang kaki lima (PKL). Sebab sekitar lokasi itu digunakan untuk akses keluar masuk kendaraan proyek yang mengerjakan normalisasi sungai.

Dikatakan Fajar, jumlah bangunan kios yang ada di atas bantaran BKT Kaligawe ada 148 kios. Dari jumlah itu, 14 bangunan kios sudah berhasil dibongkar dengan menggunakan alat berat, Selasa (13/3). Sedang sisanya para PKL menyatakan akan membongkar sendiri paling lambat hari Senin pekan depan.

“Saya memberikan waktu batas akhir hingga tanggal 20 Maret. Toleransi yang saya berikan ternyata disambut baik para PKL yang akan membongkar kiosnya masing-masing. Ya terserah, saya tunggu,” tambah Fajar.

Menurut Fajar, para PKL tersebut sudah disediakan tempat relokasi di Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron dan Pasar Waru. Pihaknya juga akan membuat shelter di Pasar Waru karena di sana sudah ada lahan kosong.

Setelah pembongkaran bangunan di atas bantaran sungai BKT di wilayah Kaligawe, akan menyusul lagi pembongkaran di wilayah Kelurahan Karang Tempel dan Sambirejo.

“Insya Allah, pembongkaran di dua kelurahan tersebut segera kami laksanakan,” katanya.

 

 

 

36

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *