PTPN IX Bangun Pabrik Gula Comal Baru

SEMARANG (Asatu.id) Impor raw sugar atau gula mentah Indonesia per tahun saat ini mencapai 3,4 juta ton. Oleh karena itu butuh komitmen semua lini untuk mengurangi impor gula.

PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX, menyikapinya pada akhir tahun 2018 ini akan membangun Pabrik Gula Comal Baru di Comal. Pembangunan diharapkan berlangsung dua tahun dan mulai beroperasi di tahun 2020.

”Pembangunan pabrik gula ini, untuk meminimalisasi impor gula di Indonesia dan mendukung kecukupan pasokan gula nasional,” jelas Direktur Utama PTPN IX, Iryanto H Hutagaol, di Semarang, Selasa (13/3).

Dengan melibatkan perkebunan tebu rakyat di sekitarnya, diharapkan dengan beroperasinya Pabrik Gula Comal Baru bisa meminimalisasi impor gula. Juga memberi jumlah pasokan gula di tingkat nasional. ”PTPN IX saat ini memproduksi gula sekitar 100.000 ton per tahun,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini ada lima pabrik gula di Jateng yang masih beroperasi, yakni Pabrik gula Mojo di Sragen dan Rendeng di Kudus (yang akan direvitalisasi). Selanjutnya Pabrik Gula Pangka di Tegal, Tasik Madu di Karanganyar, dan Sragi di Pekalongan.

Diakui, sejumlah pabrik gula tak beroperasi lagi karena peralatan produksinya telah usang, rata-rata dibangun abad 19 saat kolonialisme Belanda. Pabrik gula itu adalah Sumberharjo di Kabupaten Pemalang, Gondang di Klaten dan Jatibarang di Brebes.

Dia berharap geliat Indonesia dalam produksi gula akan makin meningkat dengan suport pabrik gula Comal Baru. Diakui, pada tahun 1928 Indonesia pernah menjadi pemasok gula nomer dua terbesar di dunia setelah Brasil.

Selain itu, PTPN juga akan membangun pabrik SIR atau karet di Kebun Getas Kabupaten Semarang, pabrik teh hijau di Kebun Jolotigo Pekalongan dan pembangunan sejumlah rest area. (Watiek)

 

 

 

 

128

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan