Jelang UNBK, Sejumlah SMA Temui Kendala 

SEMARANG (Asatu.id) – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 9-12 April 2018 besok, sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMU) di Kota Semarang masih menemui beberapa kendala. Salah satunya adalah tidak memadainya jumlah komputer yang bakal digunakan para siswa.

Kepala Sekolah SMAN 5 Semarang, Titi Priyatiningsih menuturkan, sejak pertama kali UNBK diterapkan pada tahun 2014 lalu, sekolahnya masih belum mampu memfasilitasi masing-masing siswanya dengan satu unit komputer.

Pihaknya baru memiliki 150 unit komputer, padahal ada sebanyak 396 siswa kelas XII yang harus menempuh UNBK. “Untuk itu, kami bagi pelaksanaan ujian ke dalam tiga sesi,” ujarnya (13/3).

Emmy sendiri sebenarnya tidak terlalu mengambil pusing kendala kurangnya jumlah komputer tadi. Ia justru mencemaskan terjadinya mati listrik saat pelaksanaan UNBK. Tetapi, kembali ia sudah mengantisipasi akan adanya hal itu.

“Kita sudah siapkan genset, tapi kan tetap butuh persiapan seperti menghubungkan ke aliran komputernya dan sebagainya. Semoga saja tidak ada pemadaman listrik saat UNBK nanti,”paparnya.

Terkait kurangnya jumlah komputer untuk pelaksanaan UNBK, Wakil Kepala Kurikulum SMAN 3 Semarang, Emmy Irtaningsih juga mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda. Sekolahnya belum mampu memfasilitasi 512 siswanya dengan hanya 165 unit komputer yang dimiliki sekolahnya.

“Karena anggaran belum bisa membuat satu siswa ujian dengan satu komputer, kita bagi tiga sesi selama empat hari pelaksanaan dan kita juga akan menyewa genset untuk jaga-jaga jika terjadi pemadaman,” jelas Emmy.

Sejumlah komputer cadangan pun juga telah pihaknya siapkan guna mengantisipasi hal lain yang tak diduga.

Untuk pelaksanaan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada tanggal 19-28 Maret 2018 pun, lanjutnya, SMAN 3 Semarang juga belum bisa secara 100 persen menerapkan sistem berbasis komputer. Alasannya, terlalu banyak mata pelajaran yang diujikan dan itu, menurutnya membutuhkan jumlah komputer lebih.

Meski demikian, baik Emmi maupun Titi mengaku bahwa masing-masing satuan pendidikannya telah menggelar simulasi sama seperti tiap tahunnya guna memastikan kelancaran jalannya pelaksanaan UNBK tahun ini. (is)

 

 

 

21

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan