Disdag Beri Toleransi PKL Bongkar Kios hingga 20 Maret

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto memberikan apresiasi terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang ikut mendukung program pemerintah melakukan normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT), dengan bersedia membongkar bangunan kios liar miliknya yang berdiri di atas bantaran sungai.

Dikatakan Fajar, jumlah bangunan kios yang ada di atas bantaran sungai BKT Kaligawe ada 148 kios. Tetapi yang dirobohkan baru 14 kios. Selanjutnya, para PKL menyatakan akan membongkar sendiri dengan batas waktu hingga Senin.

“Saya memberikan batas waktu terakhir tanggal 20 Maret. Toleransi yang saya berikan ternyata disambut baik para PKL yang akan membongkar kiosnya sendiri,” kata Fajar, saat berada di lokasi pembongkaran kios PKL yang berdiri di bantaran Sungai BKT, Kelurahan Kaligawe, Selasa (13/3).

Menurut Fajar, para PKL tersebut sudah disediakan tempat relokasi di Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron dan Pasar Waru. Di tempat itu menurut Fajar masih banyak lahan yang bisa digunakan para PKL pindahan dari beberap tempat.

“Saya juga akan membuat shelter di Pasar Waru karena di sana sudah ada lahan kosong,” katanya.

 

 

30

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan