BPBD Sudah Bentuk 41 Kelurahan Siaga Bencana

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang sampai awal tahun ini sudah membentuk 41 kelurahan siaga bencana (KSB). Sebelumnya pada tahun 2017 lalu sudah dibentuk 36 KSB, dan kini bertambah lima kelurahan lagi sehingga total menjadi 41 KB.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Suharjono mengatakan, pembentukan KSB diawali dengan pelatihan selama dua hari. Sedang masing-masing KSB memiliki personel 30- 40 orang.

Salah satu syarat kelurahan masuk dalam kategori KSB, menurut Suharjono, yakni yang memiliki kerentanan bencana, seperti banjir dan longsor. Syarat lain adalah memiliki sistem peringatan dini. Kemudian setelah bencana terjadi, diharapkan ada gotong royong dari anggota KSB untuk menangani bencana.

Dengan dibentuknya KSB, diharapkan pemetaan terkait ancaman bencana di masing-masing kelurahan dapat dibangun secara optimal. Personel KSB akan mendapat pelatihan intens.

”Pelatihan ini tidak bisa langsung diikuti semua kelurahan yang ditargetkan terbentuk. Tapi sekali pelatihan dua kelurahan. Nanti dua kelurahan lagi sampai targetnya tercapai,” kata Suharjono, Senin (12/3).

Pelatihan KSB telah dimulai pada pekan lalu. Para peserta dibekali juga teknik penanganan bencana. Selama dua hari, peserta mendapatkan materi dari para narasumber yang kompeten, mulai pelatihan yang bersifat fisik sampai pembuatan peta bencana.

”Semarang rawan bencana banjir dan longsor. Kami harapkan setelah pelatihan ini ilmu yang diperoleh ditularkan kepada warga lainnya,” ungkap Suharjono.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *