Bekas Shelter PKL Taman KB Ditutup Seng

SEMARANG (Asatu.id) – Bekas shelter pedagang kaki lima (PKL) Taman KB di kawasan Jalan Menteri Supeno kini sudah bersih dari aktivitas jual beli menu kuliner. Sebelumnya selter tersebut ditempat 48 PKL.

Namun shelter yang didirikan sejak tahun 2010 itu sebentar lagi tinggal menyisakan cerita. Mulai Selasa (13/3) pagi, area bekas shelter ditutup dengan seng. Sementara beberapa tukang masih melakukan pembongkaran tiang shelter di sebelah selatan atau samping gedung gubernuran.

Sejak dua minggu lalu, 48 shelter yang terbuat dari besi baja itu dibongkar oleh Dinas Perdagangan, karena kawasan Taman KB akan dijadikan city walk dan Taman Indonesia Kaya. Sebanyak 48 PKL yang setiap hari melakukan aktivitas di tempat itu direlokasi ke Jalan Pandanaran II.

Untuk membongkar shelter bekas tempat jualan para PKL memang memerlukan waktu beberapa hari. Kerangka besi berukuran 4 meter x 6 meter tersebut bagian tiangnya ditanam dengan cor semen, sehingga proses pembongkaran pun tidak bisa tuntas dengan cepat.

“Bekas selter itu akan kami kirim ke Pasar Penggaron dan kami dirikan lagi di sana. Pasar Penggaron masih butuh banyak tempat jualan untuk PKL pindahan dari beberapa tempat,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Sementara 48 pedagang sudah siap melakukan aktivitas lagi di sepanjang Jalan Pandanaran II bagian selatan yang sudah ditetapkan oleh Dinas Perdagangan. Tepatnya yaitu di depan SMKN 8 dan SMKN 4, serta samping SMKN 7 dan samping City Bank.

Para pedagang itu melakukan aktivitas dagangnya pada sore hari, sehingga Jalan Pandanaran II setiap sore akan ditutup untuk lalu lintas kendaraan demi kenyamanan pedagang dan pembeli.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *