Kepatuhan Bayar Pajak Capai 70 Persen

SEMARANG (Asatu.id) – Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar setelah pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Untuk itu kepatuhan membayar pajak terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Semarang agar memperoleh hasil yang maksimal.

Kepala Bidang Pajak Daerah I, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Saryono membeberkan, kepatuhan membayar pajak masyarakat Kota Semarang baru mencapai 70%. Sehingga dia menargetkan tahun ini kepatuhan membayar pajak mencapai 75% dari seluruh Wajib Pajak (WP) yang ada di Kota Semarang, Senin (12/3)

“Kepatuhan membayar pajak memang belum begitu tinggi sehingga sosialisasi terus kami lakukan agar masyarakat tau pentingnya bayar pajak. Seharusnya masyarakat mencontoh kalangan pengusaha Semarang yang sudah patuh pajak, terbukti kepatuhan pengusaha untuk membayar pajak mencapai 90% sepanjang 2017,” ungkapnya saat ditemui Asatu.id dalam dialog interaktif Prime Topic “Menimbang Kebijakan PBB Kota Semarang Tahun 2018”, di Hotel Pandanaran.

Selain itu cara lain untuk mendongkrak pendapatan PBB Pemkot Semarang akan menyelenggarakan bulan bebas denda yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Bulan bebas denda terbukti bisa menjaring banyak WP untuk menjalankan kewajiban membayar pajak.

“Tahun lalu pada November dan Desember Pemkot Semarang memberikan program bulan bebas denda yang terbukti ampuh menarik minat masyarakat bayar pajak. Selain itu saat ini program diskon pembayaran denda pajak masih berlangsung guna menarik masyarakat untuk bayar pajak tepat waktu,” katanya.

Saryono menambahkan 2018, Bapenda Semarang menargetkan pendapatan melalui pajak mencapai Rp 1,2 triliun. Target kali ini dirasa dapat tercapai, mengingat Kota Semarang kini sedang berkembang kearah yang lebih baik. Hal itu dapat dilihat dari banyak sekali investor baru yang membuka bisnis baru. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *