Jumlah Laporan ke Ombudsman Meningkat

SEMARANG (Asatu.id) – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah, Sabarudin Hulu mengatakan, jumlah laporan atau aduan masyarakat yang diterima pihaknya setiap tahun mengalami peningkatan.

Sabarudin merinci, tahun 2016 Ombudsman Jawa Tengah menerima 184 laporan, kemudian tahun 2017 menerima 257 laporan. Dan tahun 2018 sampai awal bulan Maret sudah ada 23 laporan yang teregristasi,” katanya kepada wartawan saat merayakan HUT ke -18 Ombudsman RI di kantor Ombudsman Jawa Tengah, Senin (12/3).

Menurut Sabarudin, selama aduan atau laporan yang diterimanya berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan, pihaknya akan memproses dan menindaklanjuti atau melakukan pendampingan penyelesaiannya.

“Sudah menjadi tugas Ombudsman untuk memperkuat pelayanan publik terkait kasus yang dialami masyarakat. Ini tantangan kami untuk terus mendukung pemerintah memberantas korupsi dan meminimalisir kasus maladministrasi di instansi dan kantor layanan publik,” tuturnya.

Sabarudin mengakui, sejak berdiri di Jawa Tengah tahun 2012 dan efektif tahun 2013, masih banyak masyarakat yang belum tahu fungsi dan tugas lembaga Ombudsman.

“Maka sudah menjadi tugas kami untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa Ombudsman adalah lembaga layanan publik yang siap menerima laporan dan aduan masyarakat. Selama laporan itu berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan pasti kami tindakalanjuti,” lanjutnya.

Adapun laporan yang diterima Ombudsman selama ini berkaitan dengan kinerja aparat penegak hukum dan pelayan pemerintah daerah.

“Paling banyak melibatkan pemda, pertanahan dan pendidikan,” tambahnya.

Pihaknya juga akan memperketat pengawasan terhadap kasus kekerasan di sekolah. Terutama saat program latihan dasar kepemimpinan (LDK) berlangsung.

“Harapan kami pihak dari Disdik Jateng harus melakukan pengawasan dan membenahi aturan yang berlaku,” katanya.

 

29

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan