Bank Jateng Terima Penghargaan sebagai Bankir Pro-kredit Murah (UMKM) Dari PWI Jateng

PEMALANG (asatu.id) – Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, menerima piagam penghargaan sebagai Bankir Pro-kredit Murah dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Plt Ketua Umum PWI Sasongko Tejo didampingi Ketua PWI Jateng Amir Machmud, pada acara puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 dan HUT ke-72 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tingkat Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jumat (9/3) malam.

Dirut Bank Jateng Supriyatno merupakan salah satu dari tujuh orang yang menerima penghargaan dari PWI Jateng.

Ia dipilih karena dedikasi dan komitmennya pada program kredit murah bagi kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta masyarakat berpenghasilan rendah.

Di mata Supriyatno, masyarakat UMKM bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat jika dibina dan dimaksimalkan kreatifitas usahanya. Namun mereka sering terbentur masalah permodalan.

Itu sebabnya, Bank Jateng yang dipimpinnya berusaha memberi solusi penyelesaian masalah bagi kalangan UMKM tersebut. Salah satunya dengan meluncurkan program Mitra Jateng 25.

“Salah satu impian bagi kami (Bank Jateng), adalah bagaimana menggerakkan ekonomi rakyat. Sebab salah satu kendala dari ekonomi rakyat adalah permodalan, disamping juga hal yang lain,” kata Supriyatno.

Biasanya, menurut Supriyatno, kendala UMKM adalah kesulitan modal dan kesulitan memenuhi persyaratan agunan. Kesulitan lainnya adalah bunga pinjaman yang kadang-kadang terlalu tinggi.

“Oleh karena itu, Bank Jateng menghadirkan program Mitra Jateng 25 ini dengan bunga 7 persen. Yang kami maksud adalah kredit maksimum Rp 25 juta, tanpa agunan, dan tanpa biaya administrasi,” jelasnya.

Tujuan dari program ini, lanjut Supriyatno, adalah agar para pelaku UMKM yang sudah mempunyai usaha bisa cepat melanjutkan dan meningkatkan usahanya tanpa dipengaruhi atau terkendala oleh hal-hal yang menjadikan mereka tidak bisa maju.

Ternyata para pelaku UMKM mengapresiasi secara positif. Sejak digulirkannya program Mitra Jateng 25, banyak yang memanfaatkan untuk mengembangkan usahanya.

“Buktinya selama lebih kurang 1,5 tahun ini, outstanding dari kredit Mitra Jateng 25 sudah hampir Rp 350 miliar dan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalahnya masih di level kurang dari 1 persen. Artinya apa? Ketika kita percaya kepada mereka yang kita sebut teman-teman UKM (Wong-Wong Cilik), ternyata mereka punya tingkat kejujuran yang tinggi. Oleh karena itu, ke depan kami menjadikan model ini menjadi model bukan hanya bagi yang berpenghasilan rendah atau maksimum kredit Rp 25 juta, akan kita tingkatkan sesuai dengan kemampuan mereka,” ujar Supriyatno.

Lewat Mitra Jateng 25 yang dianggap sebagai program sederhana untuk menggerakkan ekonomi rakyat ini, Supriyatno berharap praktiknya memang bisa menggerakkan dan mempercepat proses pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Tengah.

“Mudah-mudahan upaya Bank Jateng dalam menggerakan ekonomi rakyat dengan cara yang sederhana tapi aman dan juga nyaman bagi mereka, bisa mempercepat proses pertumbuhan ekonomi dan menggerakan ekonomi Jawa Tengah dengan lebih baik dan lebih cepat,” tuturnya.(udins)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *