Hikayat Soen An Ing dikenal dengan Kanjeng Sunan Kuning

SEMARANG (Asatu.id) – Warga Kampung Taman Sri Kuncoro, Semarang Barat telah disibukkan persiapan acara peringatan haul seorang ulama besar bernama Soen An Ing atau dikenal dengan sebutan Kanjeng Sunan Kuning, Jumat (9/3).

Tak banyak orang yang mengetahui tentang asal muasal Sunan Kuning. Warga Semarang justru mengenal Sunan Kuning (SK) sebagai kawasan kompleks hiburan malam yang berdiri sejak 1966 silam.

Sunan Kuning adalah tokoh penyebar agama Islam asal Tiongkok, yang berpindah-pindah tempat di Indonesia. Dalam catatan seorang Tionghoa di Semarang, Liem Thian Joe, menyebut bahwa Sunan Kuning sebenarnya juga memiliki nama populer Jawa, yakni Raden Mas Garendi.

Salah seorang warga Kampung Taman Sri Kuncoro RT 06/RW II, Siti Qomariyah mengatakan belakangan ini warga sibuk mempersiapkan acara peringatan haul Soen An Ing. Lokasi pemakamannya berada di puncak Bukit Argorejo, Kampung Taman Sri Kuncoro.

“Sudah dua kali haul Soen An Ing digelar di sini. Yang pertama tiga bulan lalu dan kedua nanti pada Sabtu 10 Maret, kemungkinan yang datang lebih ramai lagi,” katanya.

Qomariyah mengaku dipasrahi menjadi juru kunci kuburan Soen An Ing menggantikan almarhum suaminya. Menjelang haul, ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membersihkan lokasi makam serta menebangi ranting-ranting pohon yang mengotori bangunan makam.

“Biar tambah ramai, karena jumlah pengunjung makam Soen An Ing semakin berkurang. Pada momentum tertentu, hanya ada segelintir orang berdoa di depan makam,” ungkapnya.

Walau makam Soen An Ing berdekatan dengan kompleks lokalisasi Sunan Kuning, lanjut dia, tetap akan mendukung adanya penyelenggaraan haul pada Sabtu nanti.

“Peziarah biasanya berdoa minta pelarisan, naik pangkat, puter giling kekuatan, sampai minta kelimpahan rezeki,” tuturnya.

Qomariyah menambahkan, umumnya peziarah menyambangi makam Soen An Ing tiap Kamis Wage, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, Minggu Legi, Senin Pahing, Jumat Pahing, Sabtu Pon maupun Minggu Wage.

Sementara itu, Ketua RT 06/RW II Kampung Sri Kuncoro, Sayem memastikan haul Soen An Ing yang diinisiasi oleh petinggi Penerbad Semarang tersebut nantinya akan mengundang tak kurang 100 tamu undangan.

Rencananya, lanjut dia, acara haul tersebut akan digelar besok Sabtu (10/3), mengundang Camat Semarang Barat, Lurah Kalibanteng Kulon, Wali Kota Hendrar Prihadi, anggota DPRD serta ratusan warga setempat termasuk para pemilik wisma.

“Sesuai kesepakatan warga setempat dan Penerbad, haul Soen An Ing bertujuan untuk membangkitkan nilai sejarah yang ada di kawasan Sunan Kuning kuning. Biar orang-orang tahu bahwa Sunan Kuning itu bukan hanya lokalisasi, tetapi ada pula makamnya seorang waliyullah yang patut mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” pungkasnya.

Sayem berharap adanya acara haul bisa memunculkan wisata religi layaknya petilasan Cheng Ho yang jadi daya tarik wisatawan dunia setelah dipercantik menjadi sebuah klenteng.

“Inginnya warga ya seperti itu. Kalau Cheng-Ho saja bisa menarik banyak pengunjung, kenapa Soen An Ing tidak,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *