BEI  Semarang Buka Galeri Investasi di Pasar Tradisional

SEMARANG  (Asatu.id) – Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang segera membuka Galeri Investasi di pasar-pasar tradisional sebagai edukasi pasar modal kepada masyarakat. Pasar tradisional selama ini menjadi sentra perekonomian warga dengan perputaran uang cukup besar.

Kepala BEI Semarang, Fanny Rifqi El Fuad, di Semarang, Juma t (9/3),  menuturkan secara kultural para pedagang ini mentalnya sangat erat dengan investasi. Untuk pedagang kecil saja, nilai transaksinya bisa Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, padahal di sana pedagang sangat banyak.

Keberadaan pasar tradisional di sejumlah daerah sangat strategis dalam perkembangan ekonomi. Apalagi, hampir setiap daerah memiliki lebih dari satu pasar tradisional sehingga perputaran uang akan semakin besar. Pasar menjadi tempat bertemunya pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi.

“Perputaran uang di pasar-pasar tradisional juga luar biasa besar. Tidak hanya pedagang, yang ke pasar ini juga pembeli, mereka ini adalah orang-orang yang memiliki income (penghasilan). Untuk pilot project, pasar tradisional di Semarang dulu, misalnya Pasar Peterongan dan Sampangan,” jelasnya.

Dia menambahkan, dibentuknya Galeri Investasi di pasar tradisional tidak hanya menjadi sarana belajar masyarakat juga wahana mahasiswa menerapkan ilmunya dari kampus. Sebab, selama ini Galeri Investasi baru masuk ke sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah.

“Selama ini kita sudah membentuk 15 Galeri Investasi di kampus-kampus di Jawa Tengah. Ini saatnya kita keluar ke masyarakat untuk mengedukasi pasar modal, sekaligus nanti bisa menjadi tempat para mahasiswa mengimplementasikan pengetahuannya dari kampus,” pungkasnya. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *