Timbulkan Masalah, Ospek Harus Diketahui Pihak Sekolah

SEMARANG (Asatu.id) – Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Memutus Mata Rantai Kekerasan di Sekolah”, di Lantai 17 Menara Suara Merdeka Jalan Pandanaran, Kamis (8/3).

Kegiatan dibuka Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko, dihadiri perwakilan Ombudsman, M Agus Ardiansyah, Nur Fuad dari KIP Jateng, Didik GCF dari LBH Buser, serta beberapa anggota MIK Semar.

M Agus menyoroti kegiatan ospek yang memang kerap menimbulkan masalah. Menurutnya, kegiatan tersebut harus diketahui pihak sekolah, seperti kepala sekolah.

“LDK atau ospek seharusnya memberikan manfaat yang luas, seperti membentuk kedekatan senior dan junior,” kata dia

Harusnya di sekolah ada beberapa contoh hukuman untuk mendisiplinkan siswa. Seperti pemberian sanksi kala terlambat upacara dan bukan dengan kekerasan fisik.

“Di sekolah umum, memberikan pembinaan secara kekeluargaan. Sampai hukuman terberat mengembalikan ke orang tuanya. Ada sistem poin disepakati dan disusun bersama. Tinggal bagaimana implementasinya di masing-masing sekolah,” katanya.

Adapun Didik menyebut, untuk kegiatan ospek sebaiknya ditiadakan dan diganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. (udins)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *