Pemekaran Kecamatan Kota Semarang Masih Dikaji

SEMARANG (Asatu.id) – Pemekaran wilayah kecamatan untuk pemerataan pembangunan di Kota Semarang kini terus dikaji. Pengembangan kota kecamatan ini untuk mengefektifkan pengawasan, sehingga camat selaku pemangku wilayah tidak lagi mengontrol daerah yang luas.

“Jumlah kecamatan di Kota Semarang sangat sedikit. Setiap camat harus mengontrol wilayahnya yang terlalu luas, sehingga perlu diefektifkan dengan cara pemekaran wilayah,” kata Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi, Rabu (7/3).

Hendi mengakui wilayah yang terlampau luas membuat camat tidak bisa maksimal mengontrol pembangunan di wilayahnya. Jika hal ini terus dipaksakana, politikus PDI Perjuangan merasa khawatir pemerataan pembangunan akan berjalan kurang maksimal.

Dibandingkan ibu kota provinsi lainnya, kata Hendi, kecamatan di Kota Semarang sangat minim. Biasanya, kota sekelas ibu kota provinsi memiliki sekitar 30 kecamatan. “Sekarang ini, Kota Semarang memiliki 16 kecamatan. Kecamatan ini harus dimekarkan,” katanya.

Hendi optimistis jika pemekerasan sudah dilakukan, pengontrolan pemangku kebijakan wilayah kecamatan jauh lebih baik. Pemerataan pembangunan semakin mudah dilakukan, karena para camat lebih fokus mengawasi keberadaan wilayahnya.

Soal pemekaran wilayah nanti, menurut orang pertama di jajaran Pemkot Semarang akan diprioritaskan di wilayah pinggiran. “Ada sembilan program besar, tujuh di antaranya adalah untuk pengembangan kawasan sub-pusat kota,” katanya.
Pembangunan taman kota, contohnya, dilengkapi jaringan WiFi, Underpass Jatingaleh, normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur, Kampung Bahari Tambaklorok, Simpang Lima II, Semarang Expo Centre, dan LRT.

“Alhamdulillah, hampir semua sudah berjalan dan sudah ada yang rampung. Yang masih jadi pekerjaan rumah, Simpang Lima II, Semarang Expo Centre, dan LRT. Masih kami diskusikan,” katanya.

Sementara ketiga proyek itu, yakni Simpang Lima II, Semarang Expo Centre, dan LRT pembangunannya, menurut Hendi,  akan direalisasikan pada 2021 sebelum masa jabatannya sebagai wali kota berakhir. (udins)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *