Walikota Semarang: PKL Taman KB Tidak Digusur, tapi Ditata

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya yang sempat membuat khawatir para pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Menteri Soepeno, Mugassari, Semarang, Selasa (6/3).

Para PKL tersebut khawatir karena takut tidak bisa berjualan lagi di sekitar kawasan yang terkenal dengan sebutan Taman KB.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menegaskan para PKL di Taman KB ini tidak akan digusur, namun hanya akan dilakukan penataan.

“Tidak ada penggusuran PKL, melainkan hanya penataan. Jadi tenang saja, PKL tidak kami gusur, hanya kami pindahkan sementara ke sekitar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Semarang untuk dilakukan penataan agar taman jadi lebih bagus. Hal ini sesuai dengan pertemuan dan sosialisasi yang telah dilakukan dua sampai tiga kali dengan para pedagang,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, tengah berlangsung renovasi Taman KB Semarang menjadi Taman Indonesia Kaya yang mengharuskan pedagang untuk pindah sementara karena akan dibangun shelter yang diperuntukkan bagi para pedagang.

Hendi menambahkan, Pihak Djarum Foundation menyebutkan bahwa pembangunan saat ini telah sesuai target, yakni mencapai 50%.

“Rencananya taman tersebut akan selesai dan diresmikan pada HUT Kota Semarang, yaitu bulan Mei. Namun karena pertimbangan teknis, kami memutuskan untuk meresmikannya pasca pemilihan gubernur atau pasca lebaran,” lanjutnya.

Terkait demo yang sempat dilakukan oleh para pedagang, Hendi menyebutkan bahwa Ketua Paguyuban Pedagang telah mengakui kesalahan dan memohon maaf terkait cara komunikasi yang kurang tepat kepada Pemerintah.

“Saya menyampaikan bahwa jangan khawatir terkait relokasi ini, kalaupun di shelter Pandanaran 2 gak cukup, nanti akan ditempatkan di shelter sementara sambal menunggu shelter yang permanen,” tandasnya

Pihaknya berharap masyarakat dapat terus memberikan dukungan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Taman KB ini akan ditata lebih bagus. Harapannya, banyak orang yang datang dan nantinya bukan untuk Pak Hendi, melainkan para PKL itu sendiri,” katanya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *