Pasar Semarangan Tinjomoyo, Suasana Alam di Hutan Kota

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang telah melakukan berbagai upaya dalam mengembangkan sektor pariwisata guna meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa di Kota Semarang.

Salah satu upaya tersebut antara lain melakukan revitalisasi aset-aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang luput dari perhatian pemerintah sebelumnya, untuk menjadi daya tarik wisata Kota Semarang.

Aset milik Pemkot Semarang yang dilakukan upaya revitalisasi tersebut, antara lain Hutan Kota Tinjomoyo di daerah Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Saat ini Hutan Kota Tinjomoyo Semarang yang dulu terbengkalai itu sedang digarap menjadi sebuah area pasar digital, bernama ‘Pasar Semarangan Tinjomoyo’.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, konsep Pasar Semarangan Tinjomoyo ini akan menjadi sebuah Pasar Digital terbuka, yaitu sebuah pasar tradisional yang Instagramble di alam terbuka, dengan sistem pembayaran cashless (non tunai), dari salah satu Bank BUMN, Selasa (6/3).

“Konsep ini juga menjadi representasi pembangunan Kota Semarang sebagai Smart and Sustainable City, kemudian lapaknya menjual berbagai kuliner khas Kota Semarang yang mewakili dari etnis Jawa, India, Arab dan Belanda yang merupakan etnis yang singgah dan turun menurun hidup di Kota Semarang,” ungkapnya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi mengungkapkan, beberapa agenda wisata juga telah terencana untuk diselenggarakan di Hutan Kota Tinjomoyo tersebut.

“Untuk soft launch-nya kita agendakan pada tanggal 17 Maret, dan pembukaan Semarang Great Sale tanggal 7 April nanti juga akan diselenggarakan di sini. Pasar Semarangan sendiri rencananya pada tiga bulan pertama akan dibuka setiap Sabtu dari jam tiga sore sampai sembilan malam, di luar waktu itu masyarakat juga dapat menggunakan area pasar Semarangan ini untuk santai-santai atau jogging,” detailnya.

Hendi optimis, revitalisasi aset-aset wisata milik Pemerintah Kota Semarang, seperti Hutan Tinjomoyo ini dapat berkontribusi mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang menjadi sekitar 6%, dari yang semula di tahun 2016 telah berada di angka 5,69%.

“Pertumbuhan ekonomi tentu saja komponennya banyak, tapi target saya, sektor pariwisata yang sebelumnya tidak tergarap, dapat lebih berkontribusi saat ini,” tandasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *