Alami Penurunan, DPRD Dorong Indeks Demokrasi Jateng Terus Naik

SEMARANG (Asatu.id) – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) untuk Provinsi Jawa Tengah di 2016 mengalami penurun sebesar 10,73 persen. Namun demikian IDI Jawa Tengah masuk dalam kategori sedang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Margo Yuwono dalam forum diskusi terarah atau focus group discussion (FGD) di ruang kerja Ketua DPRD Jateng, Rabu (7/3).

“Jika dilihat dari indek per tahun dari 2014, Jateng mengalami penurunan. Pada tahun itu IDI Jateng mendapatkan nilai 77,44 persen. Dengan penurunan 10,73 persen. Saat ini IDI Jateng menjadi 66,71 persen,” ujarnya.

Dia berharap, adanya solusi untuk menaikkan Indeks Demokrasi di Jateng.

Margo mengatakan ada tiga aspek yang dinilai, yakni kebebasan sipil, kebebasan politik, dan lembaga demokrasi . Guna menentukan nilai di setiap aspek tersebut, BPS menggunakan sumber data dari dokumen, media, FGD, dan wawancara langsung.

Sementara itu, Staff ahli DPRD, Yuwanto mengkritisi pola pengambilan sumber data untuk menentukan nilai indek. Disebutkan seperti FGD, peserta yang diikutkan kurang mewakili responden.

Agus Wuryanto, termasuk staff ahli menambahkan, pihaknya mengusulkan perlunya memasukkan media sosial dan online dalam sumber data media. Dengan demikian perlu ada perubahan dari sisi pengambilan sumber data.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setiyabudi menegaskan, bahwa Indeks Demokrasi di Jateng harus ditingkatkan. Ia pun mengaku kecewa dengan perolehan Jateng terlebih di bawah Yogyakarta.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *