Tangkal Hoax, Taj Yasin Gelorakan Silaturohim

SEMARANG (Asatu.id) – Calon wakil gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, Indonesia, Jawa Tengah khususnya jangan mau dipecah belah dengan berita hoax yang marak di media sosial. Untuk itu, ia berpesan, agar masyarakat bisa menyaring berita dan mencari kebenaran sebuah berita.

“Jangan sampai melihat berita hanya melihat judulnya saja. Kita harus melihat isinya. Dalam islam juga diajarkan untuk Tabayyun yaitu mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaannya,” ujarnya saat menghadiri acara Silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren Ibu Nyai dan Pengasuh Majlis Taklim se-Jawa Tengah di Hotel Ciputra Kota Semarang, Selasa (6/3).

Menurutnya, silaturohim merupakan salah satu cara untuk menangkal hoax dan terjadinya perpecahan. Ia juga menambahkan, peran pondok pesantren sangat besar, tidak hanya untuk mengatasi hoax tapi, juga kemajuan pemerintahan.

Selain itu, politisi PPP tersebut menyinggung pentingnya peran ibu sebagi madrasah pertama bagi anak anak dalam menuntut ilmu.

“Untuk itu, pemerintah selalu memperhatikan kaum perempuan. Satu di antaranya adalah program satu bidan satu desa di pemerintahan provinsi jateng untuk atasi kematian ibu dan anak,” imbuhnya.

Ketua panitia acara, Ita Rahmawati, mengatakan acaranya digelar untuk meningkatkan rasa nasionalisme para nyai pondok pesantren. Latar belakangnya adalah maraknya hoax, hingga berita saling fitnah di media sosial dan televisi.

“Karen itu kami berharap para nyai bisa menyosialisasikan hasil silaturahmi paling tidak di lingkungan masing-masing,” tukasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *