Dewan Sarankan Pendataan PKL lewat Kelurahan dan Kecamatan

SEMARANG (Asatu.id) – Kalangan anggota dewan merasa prihatin dengan masih banyaknya pedagang kaki lima (PKL) di Kota Semarang yang belum berizin. Dinas Perdagangan diharapkan segera melakukan langkah kongkrit untuk melakukan pendataan, sehingga penertiban yang terus dilakukan pemerintah menuai hasil maksimal dan saling menguntungkan.

Menurut data yang disampaikan Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Semarang, Indah Handayani, jumlah PKL di Kota Semarang sekitar 150 ribu, yang 60 persennya belum tertata. Sedang Dinas Perdagangan mencatat, PKL yang sudah berizin baru 13.520 PKL.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, menyarankan Dinas Perdagangan yang selama ini menangani permasalahan PKL untuk segera menerjunkan petugasnya melakukan pendataan. Sistem pendataan bisa dengan cara koordinasi lewat kelurahan atau kecamatan.

“Untuk mengetahui secara detail jumlah PKL sebaiknya Dinas Perdagangan bekerjasama dengan pihak kelurahan atau kecamatan melakukan pendataan jumlah PKL. Dari pendataan itu bisa diperoleh jumlah yang pasti dan diketahui siapa saja PKL yang sudah berizin atau belum,” kata Agus.

Menurut politisi PKS itu, masalah PKL memang rumit. Perlu strategi dan kesabaran khusus dalam mengelola dan menata. Selama ini masih banyak PKL yang menempati lahan larangan, sementara pemerintah melalui Dinas Perdagangan terus berusaha menempatkan para PKL secara layak dan manusiawi.

“Pemerintah berkewajiban menata dengan menempatkan para PKL di tempat yang bukan larangan. Sementara di sisi lain para PKL selalu beralibi mencari nafkah. Sisi kemanusiaan inilah yang terkadang menjadi pertimbangan yang justru memperlambat penertiban,” ujar Agus.

Agus pun berharap Perda tentang PKL tahun ini bisa dilaksanakan, sehingga semua pihak bertindak sesuai aturan. “Perdanya sudah ada, cuma pelaksanaannya kan harus menunggu lembaran daerah dulu untuk diberlakukan secara resmi. Perda itu akan mengatur semua seluk beluk aktivitas PKL,” tuturnya.(udins)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *