Proyek Tol Terkendala Rumah Sengketa, Pengadilan Tunggu Permohonan Eksekusi

SEMARANG (Asatu.id) – Sebuah rumah di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/ AA.36, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, sampai saat ini belum dibongkar PT Waskita Karya sebagai pelaksana pembangunan proyek jalan tol Semarang–Batang.

Rumah yang diketahui milik Sri UripSetyowati itu sejauh ini masih dalam sengketa, sehingga proses pembayaran ganti untungnya terkendala, dan uangnya masih dititipkan di Pengadilan Negeri Semarang.

Juru bicara PN Semarang, M.Sainal, mengatakan akan mengecek keberadaan berita acara penitipan uang ganti rugi warga terdampak proyek Tol Semarang-Batang itu.

“Di berita acara konsinyasi tentunya ada pihak yang berhak menerima uang ganti rugi tersebut,” katanya.

Menurut Sainal, jika memang masih terdapat sengketa atas lahan yang dimaksud, maka harus dituntaskan dahulu. Pengadilan tidak bisa begitu saja melaksanakan eksekusi atas objek tertentu tanpa ada permohonan.

“Kalau meminta dieksekusi, tertu harus ada permohonan yang disampaikan ke pengadilan,” katanya.

Berkaitan dengan proyek jalan tol ini, lanjut dia, pengadilan tidak dalam posisi mendukung atau tidak mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

“Pengadilan merupakan lembaga independen yang memutus suatu perkara atas azas keadilan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Manajer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto, juga membenarkan jika uang ganti untung milik Sri Urii sudah ada di pengadilan. Namun proses konsinyasi lahan tersebut tidak kunjung tuntas.

Menurut Hadi Susanto, terdapat sengketa atas lahan yang berada di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/ AA.36, Kelurahan Tambakaji tersebut. “Bahkan BPN sudah mencabut hak kepemilikan atas tanah itu dan menyatakan lahan tersebut sebagai tanah negara,” katanya. (udins)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *